Kanada larang jaringan 5G di sekitar bandara

  • Whatsapp

Ada kekhawatiran bahwa frekuensi jaringan 5G dapat mengganggu perangkat navigasi penting yang dapat memengaruhi keselamatan bandara.

Pemerintah Kanada mengumumkan bahwa orang-orang yang tinggal di sekitar bandara tidak akan memiliki konektivitas 5G dengan pertimbangan keamanan bandara. Pengumuman ini hadir beberapa minggu setelah telekomunikasi Kanada menghabiskan $9 miliar untuk memperoleh lisensi spektrum 5G pada Juli 2021. Pengumuman baru ini dapat memotong sebagian pendapatan yang diharapkan untuk perusahaan telekomunikasi tersebut dan mereka menyatakan keprihatinannya.

Peraturan di sekitar bandara akan membuat ribuan pengguna 5G kehilangan penggunaan penuh ponsel mereka di area terlarang karena ada kekhawatiran bahwa frekuensi jaringan 5G dapat mengganggu perangkat navigasi penting yang dapat memengaruhi keselamatan bandara. Salah satu perusahaan telekomunikasi negara tersebut, Telus Canada mengatakan bahwa keputusan ini dapat menghilangkan pendapatan hingga $100 juta.

Perusahaan itu agak terkejut bahwa perubahan teknis yang diusulkan akan merusak sejumlah besar spektrum yang dimenangkannya di lelang. Komentar tersebut diajukan pada 2 September ke Departemen Inovasi, Sains, dan Pengembangan Ekonomi (ISED) negara itu. Telus juga mencatat bahwa secara terpisah bahwa industri seluler terkejut dengan langkah pemerintahan Kanada, dan implikasi dari kebijakan ini.

Lisensi spektrum 5G itu dilelang oleh ISED dan telah menyatakan bahwa mereka akan mengadakan konsultasi singkat dan kemudian menerapkan batasan baru yang akan berlaku di bandara dimana pendaratan otomatis diizinkan. Pembatasan akan diterapkan pada basis bandara individu. Di bandara Internasional Pearson Toronto, tidak ada stasiun 5G yang diizinkan di ruang luas yang mencakup bagian Etobicoke, Brampton, Downsview, dan Mississippi.

Dilansir dari Gizmochina (12/10), warga di wilayah yang terkena dampak tidak akan dapat menikmati layanan 5G yang dibutuhkan. Kuantum pengguna 5G potensial yang akan terpengaruh oleh pembatasan baru ini masih spekulatif, tetapi ini bisa berdampak besar.

Pembatasan tersebut terutama didorong oleh penelitian yang mengindikasikan potensi risiko interferensi akibat konektivitas 5G, terutama di bandara. Beberapa negara juga telah menerapkan langkah-langkah mitigasi.

Masih harus dilihat bagaimana operator telekomunikasi akan menavigasi melalui rejimen pembatasan, dan apakah ada beberapa langkah perbaikan untuk perusahaan telekomunikasi. Telus bersikeras bahwa ada opsi lain yang terbuka bagi regulator agar tidak merugikan kepentingan perusahaan telekomunikasi, sambil tetap memastikan keamanan.

Pos terkait