Karhutla di Banjarbaru Merembet ke Kawasan Sekolah Rakyat Terpadu 9

2 jam yang lalu 2
Karhutla di Banjarbaru Merembet ke Kawasan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Siswa mengikuti aktivitas belajar mengajar di tengah kabut asap.(Antara)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merembet ke area Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat (21/8). Insiden nan terjadi sekitar pukul 15.30 Wita tersebut dipicu oleh api dari lahan di seberang sekolah nan tertiup angin kencang.

Petugas keamanan SRT 9 Banjarbaru, Muhammad Kaspul Anwar, menjelaskan bahwa titik api awalnya muncul dari area di sekitar sisi bengkel Menggo Group. Embusan angin nan kuat kemudian membawa api menyeberangi jalan hingga masuk ke area lahan sekolah.

“Karena angin, jadi dia ke arah jalan. Tambah anginnya tambah kencang tadi, sebagian sudah mulai menyeberang ke lahan Sekolah Rakyat,” ujar Kaspul.

Menyadari ancaman tersebut, pihak sekolah berbareng sejumlah pihak mengenai segera melakukan tindakan pemadaman secara gotong royong. Langkah sigap ini diambil untuk mencegah api mendekati akomodasi utama pendidikan di SRT 9 Banjarbaru.

Dalam upaya pemadaman awal, pihak sekolah mengerahkan empat unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Fokus pemadaman diarahkan pada titik-titik api nan berpotensi merusak sarana bentuk sekolah. Kaspul memastikan bahwa api sukses dipadamkan secara total sebelum pukul 16.00 Wita. Berkat penanganan nan sigap, gedung dan akomodasi utama sekolah sukses diselamatkan dari amukan si jago merah.

“Alhamdulillah akomodasi Sekolah Rakyat tidak ada nan rusak,” tambahnya.

Kendati akomodasi bentuk aman, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada jaringan listrik dan kabel jasa Wi-Fi. Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 18.30 Wita, petugas dari Telkom telah berada di letak untuk memperbaiki prasarana jaringan internet nan terdampak.

Luas lahan nan terdampak dalam kejadian ini diperkirakan mencapai satu hingga dua hektare. Sebagai langkah antisipasi agar api tidak kembali muncul, satu unit ekskavator dikerahkan ke letak untuk membersihkan sisa-sisa rumput kering dan lahan nan terbakar.

“Penanganan sigap dilakukan lantaran angin kencang berpotensi mempercepat pergerakan api. Pemadaman segera dilakukan untuk mencegah akibat nan lebih luas,” pungkas Kaspul. (Ant/E-3)

Selengkapnya