Karhutla di Riau Capai 15.608,37 Hektare, Bengkalis Jadi Wilayah Terparah

1 jam yang lalu 3
Karhutla di Riau Capai 15.608,37 Hektare, Bengkalis Jadi Wilayah Terparah Ilustrasi(Dok BNPB)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah menghanguskan area seluas 15.608,37 hektare sejak awal 2026. Luas lahan terbakar tersebut tercatat dalam periode 1 Januari hingga 9 Agustus 2026, dengan Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah nan mengalami akibat paling luas.

Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) nan digelar Forkopimda Provinsi Riau di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (10/8).

Rakor penanganan karhutla itu juga diikuti secara daring oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Kepala BNPB Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto.

Dari total 15.608,37 hektare lahan nan terbakar di Riau, Kabupaten Bengkalis menyumbang luasan terbesar, ialah 8.272,90 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pelalawan dengan 4.629,39 hektare dan Kabupaten Indragiri Hilir dengan **854,26 hektare**.

Sementara itu, luas lahan terbakar di Kota Dumai mencapai 553,01 hektare, kemudian Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 300,62 hektare, Kepulauan Meranti 202,36 hektare, dan Indragiri Hulu 123,62 hektare.

Karhutla juga tercatat di sejumlah wilayah lainnya. Kabupaten Kampar mengalami kebakaran lahan seluas 85,27 hektare, Kuantan Singingi 57,95 hektare, Pekanbaru 47,29 hektare, serta Rokan Hulu 29,16 hektare.

106 Hotspot Terdeteksi di Riau

Selain mencatat luas lahan terbakar nan mencapai lebih dari 15 ribu hektare, pemantauan terbaru juga menemukan 106 titik panas alias hotspot dan 7 titik api alias firespot yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026. Status tersebut bertindak sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.

Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla di wilayah masing-masing.

"Penanganan Karhutla di Provinsi Riau melangkah dengan baik lantaran didukung oleh sarana dan prasarana nan memadai. Selain itu, potensi personel penanggulangan Karhutla nan kami siagakan mencapai 17.764 orang," ujar SF Hariyanto, Senin (10/8).

17.764 Personel Disiagakan

Untuk menghadapi peningkatan akibat karhutla, Pemprov Riau telah menyiagakan 17.764 personel. Kekuatan tersebut melibatkan beragam unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi maklumat larangan membakar rimba dan lahan. Pemerintah wilayah turut meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai metode pembukaan lahan tanpa bakar.

Pemantauan kondisi karhutla dilakukan setiap hari dengan support patroli rutin dan pemeriksaan lapangan alias groundcheck. Selain itu, apel kesiapsiagaan musibah karhutla telah dilaksanakan mulai dari tingkat nasional hingga kabupaten dan kota.

Dari sisi support peralatan, Pemprov Riau menambah perangkat berat nan digunakan untuk membersihkan kanal serta membangun embung sebagai sumber persediaan air untuk mendukung penanganan kebakaran.

"Kami terus berkoordinasi dan bekerja-sama dengan bumi upaya dalam upaya pencegahan serta pemadaman Karhutla, baik melalui jalur darat maupun udara," pungkasnya.(RK/E-4)

Selengkapnya