Manggala Agni menemukan ular meninggal akibat karhutla Kalbar.(Dok. Antara)
KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) nan melanda Kalimantan Barat (Kalbar) sekarang tidak hanya menakut-nakuti kesehatan manusia, tetapi juga mulai menyantap korban dari sektor satwa liar. Tim Manggala Agni melaporkan temuan sejumlah satwa nan meninggal terpanggang di letak karhutla Kalbar.
Plt Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X/Ketapang, Efendi, mengonfirmasi bahwa personelnya menemukan seekor trenggiling dalam kondisi meninggal saat melakukan pemadaman di Kabupaten Ketapang.
"Iya, betul kejadian tersebut, satwa tersebut ditemukan oleh salah satu tim kami di letak kemarin," ujar Efendi saat dikonfirmasi di Pontianak, Jumat (21/8/2026).
Ular Paling Banyak jadi Korban
Selain trenggiling, Efendi mengungkapkan bahwa ular merupakan satwa nan paling sering ditemukan meninggal akibat terjebak api. Karakteristik pergerakan satwa melata ini diduga membuatnya susah meloloskan diri dengan sigap saat api merambat di permukaan lahan.
"Sejauh ini hewan alias satwa nan banyak ditemukan dalam kondisi meninggal akibat kebakaran rimba itu ular," tambahnya.
Meski demikian, hingga saat ini tim di lapangan belum menemukan adanya korban dari jenis satwa besar seperti orangutan maupun beruang. Efendi menjelaskan bahwa kedua jenis satwa tersebut mempunyai hatikecil memperkuat hidup nan lebih kuat dibandingkan satwa mini alias melata.
"Kalau untuk orangutan alias beruang sejauh ini kami belum menemukan, lantaran biasanya hewan tersebut instingnya lebih kuat. Ketika mereka mendengar bunyi api dari kejauhan, mereka bakal sigap menjauh dan pergi," jelasnya.
Lokasi Temuan di Muara Pawan
Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang, Fitria Sri Handayani, merinci bahwa penemuan trenggiling tersebut berlokasi di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjung Pura.
Selain satwa vertebrata, tim di lapangan juga kerap menemukan kerusakan pada ekosistem serangga. "Sejauh ini trenggiling, ular, sama sarang-sarang lebah saja nan sering ketemu (mati) di lapangan," kata Fitria.
Temuan-temuan ini menjadi bukti nyata bahwa akibat karhutla Kalbar telah mencapai tahap nan mengkhawatirkan bagi kelestarian biodiversitas. Kebakaran tidak hanya merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menakut-nakuti keberlangsungan satwa nan berada di area terdampak. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·