Petugas campuran Karhutla PPU berjibaku padamkan api di sekitar area Bandaran IKN.(Doc BPBD PPU)
PETUGAS campuran penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kudu bekerja ekstra keras, pasalnya dalam satu hari di Selasa (25/8) kemarin, tercatat tujuh kali kejadian baru Karhutla dengan letak berbeda dengan luas letak terdampak total mencapai 7,17 hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila membenarkan pada Selasa kemarin alias dalam satu hari tim campuran penanganan Karhutla PPU telah menangani tujuh kasus Karhutla tersebar di empat Kecamatan se PPU, sehingga mengharuskan tim campuran bekerja sejak pagi hingga malam hari.
Ditambah satu kasus Karhutla penangan lanjutan nan terjadi di RT 03, Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, dengan area terdampak mencapai 10,65 hektare.
Dengan konsentrasi utama saat ini proses cleanup (pembersihan) dan pendinginan kembali, guna memastikan tidak ada sisa bara api di bawah permukaan tanah nan berpotensi menyala kembali lantaran hembusan angin tetap perlu dilakukan pemadaman lagi.
Total Luas Karhutla Ditangani Capai 17,82 Hektare
”Jika ditotal lahan terdampak nan kami tangani dalam satu hari kemarin mencapai 17,82 hektare andaikan ditambah dengan penanganan di RT 03, Kelurahan Sepan, Penajam seluas 10,65 hektare, sehingga tim kudu bekerja sejak pagi hingga malam hari,” bebernya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ancaman Karhutla di wilayah PPU tetap cukup tinggi, terutama di tengah kondisi cuaca nan condong kering.
Sementara itu, petugas campuran terus berupaya bergerak sigap melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan menjangkau area permukiman maupun lahan nan berpotensi terdampak.
“Intensitas kejadian Karhutla nan terjadi dalam satu hari kemarin, menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. Selain memerlukan respons cepat, upaya pencegahan juga dinilai krusial untuk mengantisipasi munculnya titik api baru,” tegas Nurlaila.
Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas nan berpotensi memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan dengan langkah dibakar.
“Kami juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah nan dinilai rawan Karhutla. Langkah ini sebagai upaya kami mempercepat penemuan awal sekaligus mencegah kebakaran meluas,” tukasnya
Menurutnya, dengan tujuh kali terjadinya Karhutla dalam sehari itu, sangat dibutuhkan sinergi antara petugas gabungan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ini menjadi kunci untuk menekan akibat Karhutla di Kabupaten PPU.
Karhutla Juga Terjadi di Jalan Menuju Bandara IKN Seluas 5,07 Hektare
Nurlaila membeberkan, tujuh kejadian Karhutla pada Selasa kemarin ialah pertama terjadi di RT. 06, Kelurahan Riko, Penajam tepatnya di jalan menuju Bandara Ibu Kota Nusantara (IKN), Pulau Balang, dengan luas lahan terbakar 5,07 hektare merupakan wilayah terluas nan kemarin ditangani dan akhirnya sukses dikendalikan oleh petugas.
“Lalu kedua di RT. 04 Kelurahan Pantai Lango, Penajam dengan luas lahan terbakar 1,03 hektare. Kemudian ketiga di RT 15, Kelurahan Sotek Penajam luas terbakar 0,5 hektare. Kemudian kejadian keempat terjadi di Desa Sesulu, Kecamatan Waru di RT 01 Luas terbakar 0,44 hektare,” urainya.
Untuk kejadian kelima di RT 16, Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku luas terbakar 0,1 hektare letak ini berada di area IKN.
Disusul kebakaran lahan nan keenam di RT.07, Kelurahan Sungai Parit berada di area Perumahan Korpri dengan luas terbakar 0,03 hektare. Dan terakhir alias ketujuh berada di RT 06, Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu dengan luas terbakar 0,0014 hektare.
Kerahkan Seluruh Kemampuan Personel dan Sumber Daya
Dikatakannya, dalam penanganan Karhutla ini tim campuran nan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU serta unsur mengenai lainnya mengarahkan seluruh keahlian personel dan sumber daya untuk mencegah kebakaran kian meluas
”Kami semua berambisi musibah Karhutla dapat diminimalisir, sehingga tidak meluas ke wilayah lain nan berpotensi ikut terdampak, namun semua itu juga memerlukan kerjasama dan kesadaran masyarakat untuk ikut berperan-serta mencegah terjadinya Karhutla di PPU,” pungkasnya. (EM)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·