Bekasi, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut sedang memetakan pengelolaan sampah di beragam kabupaten dan kota, nan saat ini tetap mengalami penumpukan di Jawa Barat. Pemetaan tersebut khususnya pada wilayah perkotaan untuk mencegah terjadinya krisis lingkungan nan lebih parah di masa depan.
Dedi nan berkawan disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyebut bahwa TPA Sarimukti, Bandung Barat diperkirakan bakal lenyap masa operasinya pada Oktober mendatang. Menurutnya, diperlukan langkah sigap dalam mengelola sampah dari wilayah Bandung Raya agar tumpukan limbah tidak menjadi tak terkendali.
"Sarimukti ini merupakan problem akut Pemerintah Provinsi Jawa Barat nan kudu mengorkestrasi pembuangan sampah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan mungkin sebagian Bandung Barat. Problem akut ini, ini umurnya itu bulan Oktober itu sudah lenyap sebenarnya," katanya dalam aktivitas Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bekasi, dikutip Kamis (27/8/2026).
Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya berencana menggunakan lahan Perhutani untuk letak penampungan sementara. KDM menyebut kesediaan untuk mengalokasikan anggaran sewa lahan dalam lama 30 tahun untuk menjamin kepastian operasional penanganan sampah regional sembari menunggu kesiapan TPA Legok Nangka.
"Saya begini, mengenai areal rimba nan ada, nan memang jika itu dibutuhkan untuk penanganan pengelolaan sampah dan jika itu PT Perhutani memerlukan biaya sebagai duit sewa, Pemprov Jabar bersedia memberikan duit sewa selama 30 tahun ke depan," paparnya.
Tantangan volume sampah nan tinggi juga ditemukan di wilayah Cirebon Raya, Karawang, dan Subang selain Bandung Raya. Mengingat pembangunan akomodasi pengolahan sampah di Legok Nangka, Kabupaten Bandung memerlukan waktu sekitar tiga tahun, diperlukan percepatan langkah penanganan di wilayah-wilayah lainnya.
"PR berikutnya adalah wilayah Jawa Barat itu wilayah Cirebon Raya, wilayah Karawang, juga sudah Karawang Subang juga tinggi dan berproblem. Kalau Cirebon Raya kemudian Karawang dan Subang sudah selesai, jika di wilayah selatan juga itu bisa diselesaikan dengan hal-hal nan sederhana saja," imbuhnya.
Khusus di Bekasi, pihaknya menyoroti persoalan pembuangan sampah ke aliran sungai nan sudah menjadi pola perilaku masyarakat. Dedi menekankan perlunya langkah penertiban bantaran sungai nan dibarengi dengan kebijakan relokasi masyarakat agar masalah persampahan di wilayah tersebut dapat diselesaikan secara tuntas.
"Di Bekasi tetap ada tumpukan sampah di sungai-sungai dan itu sudah menjadi tradisi kehidupan masyarakatnya. Maka solusinya adalah penertiban bantaran sungai. Penertiban bantaran sungai kudu diimbangi dengan relokasi masyarakat lantaran mereka bakal kehilangan tempat tinggal," tandasnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

56 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·