Kebiasaan Sehat Sejak Muda Bisa Kurangi Risiko Penyakit tidak Menular, ini Alasannya

1 jam yang lalu 2
Kebiasaan Sehat Sejak Muda Bisa Kurangi Risiko Penyakit tidak Menular, ini Alasannya Ilustrasi(magnifik)

PENYAKIT tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis sering dianggap sebagai masalah kesehatan nan baru muncul ketika seseorang memasuki usia dewasa alias lanjut usia. Padahal, risikonya dapat mulai terbentuk jauh lebih awal melalui kebiasaan sehari-hari sejak masa kanak-kanak dan remaja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut paparan terhadap sejumlah aspek akibat PTM sering kali sudah dimulai sejak masa kanak-kanak alias awal usia dewasa. Karena itu, membangun kebiasaan sehat sejak usia muda menjadi salah satu langkah krusial untuk menekan akibat penyakit di kemudian hari.

Kebiasaan Kecil nan Berdampak Panjang

Pola makan menjadi salah satu aspek nan perlu diperhatikan. Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, sementara asupan buah, sayur, dan serat rendah, dapat meningkatkan akibat beragam masalah kesehatan.

Dalam lembar kebenaran nan diperbarui pada Januari 2026, WHO menegaskan bahwa kebiasaan dan preferensi makan nan terbentuk sejak masa kanak-kanak dan remaja sering bersambung hingga dewasa. Pola makan sehat sepanjang hidup dapat membantu melindungi tubuh dari diabetes, penyakit jantung, stroke, hingga kanker.

Selain makanan, aktivitas fisik juga mempunyai peran besar. WHO mencatat sekitar 80 persen remaja di bumi belum memenuhi tingkat aktivitas bentuk nan direkomendasikan. Kurangnya aktivitas bentuk dapat meningkatkan akibat PTM, sedangkan aktivitas rutin membantu menjaga kesehatan jantung, metabolisme, tulang, serta kebugaran tubuh.

Rokok dan Alkohol Juga Perlu Diwaspadai

Kebiasaan merokok nan dimulai sejak muda juga dapat memberikan akibat jangka panjang. WHO menyebut tembakau dapat merusak nyaris seluruh organ tubuh dan meningkatkan akibat penyakit jantung, stroke, penyakit paru, serta lebih dari 20 jenis alias subjenis kanker. Nikotin juga sangat adiktif dan rawan bagi anak-anak, remaja, serta dewasa muda lantaran otak tetap berkembang.

CDC juga mengidentifikasi penggunaan tembakau, pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan sebagai aspek akibat krusial penyakit kronis nan sebenarnya dapat dimodifikasi.

Tidak Harus Menunggu Sakit

WHO mencatat bahwa aspek perilaku tersebut dapat memicu perubahan metabolik seperti tekanan darah tinggi, obesitas, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan akibat penyakit tidak menular.

Karena itu, menjaga kesehatan sejak muda bukan berfaedah kudu menjalani pola hidup nan sempurna. Langkah sederhana seperti lebih sering bergerak, memilih makanan bergizi, mengurangi makanan tinggi gula dan garam, menghindari rokok, serta menjauhi konsumsi alkohol berlebihan dapat menjadi investasi kesehatan untuk masa depan.

Dengan kata lain, usia muda bukan argumen untuk mengabaikan kesehatan. Justru, kebiasaan nan dibangun hari ini dapat menentukan seberapa besar akibat penyakit nan kudu dihadapi pada tahun-tahun mendatang.

Sumber: PubMed Central (PMC)

Selengkapnya