Kebiasaan yang Mempengaruhi Kesuburan Pria dan Kualitas Sperma

1 jam yang lalu 1
Kebiasaan nan Mempengaruhi Kesuburan Pria dan Kualitas Sperma Ilsutrasi kesuburan pria(Magnific)

DATA medis menunjukkan bahwa aspek laki-laki memegang peranan nan sangat signifikan dalam keberhasilan program kehamilan dan kesuburan. Dokter ahli obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi reproduksi, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, mengungkapkan bahwa kebiasaan hidup modern dapat secara langsung merusak materi genetik sperma.

Dalam sebuah aktivitas jumpa media di Jakarta, Kamis (27/8/2026), Prof. Budi menekankan bahwa materi genetik sperma sangat rentan dan mudah pecah jika terpapar panas berlebih maupun gelombang elektromagnetik.

Berikut adalah rincian kebiasaan nan perlu diwaspadai oleh para laki-laki untuk menjaga kualitas reproduksi mereka.

1. Menaruh Ponsel di Saku Celana

Kebiasaan menyimpan telepon genggam di saku celana dalam waktu lama rupanya berakibat buruk. Menurut Prof. Budi, paparan gelombang elektromagnetik dari ponsel dapat memicu pecahnya materi genetik sperma. Kerusakan DNA ini mengakibatkan penurunan keahlian sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah (motilitas), nan sangat dibutuhkan untuk membuahi sel telur.

2. Memangku Laptop dan Penggunaan Wi-Fi

Panas adalah musuh utama testis. Memangku laptop saat bekerja alias bersantai membikin suhu di area organ reproduksi meningkat secara tidak alami. Prof. Budi memperingatkan bahwa menggunakan perangkat dengan hubungan Wi-Fi nan diletakkan langsung di atas paha sangat membahayakan kualitas sperma lantaran kombinasi antara panas mesin dan radiasi sinyal.

3. Menonton Televisi Berlebihan

Gaya hidup sedenter alias kurang gerak, seperti menonton televisi dalam lama nan sangat lama, juga menjadi sorotan. "Menonton televisi 40 jam berturut-turut selama satu minggu itu bakal mengganggu, merusak DNA-nya," ujar Prof. Budi. Hal ini kemungkinan berangkaian dengan peningkatan suhu skrotum akibat duduk terlalu lama serta pola hidup tidak aktif.

4. Mandi Air Panas dan Sauna

Meskipun merelaksasi, kebiasaan mandi air panas alias menggunakan sauna secara rutin dapat mempengaruhi kesuburan. Testis memerlukan suhu nan sedikit lebih rendah daripada suhu tubuh inti untuk memproduksi sperma nan sehat. Paparan suhu tinggi nan terus-menerus dapat mengganggu proses spermatogenesis.

Data Penting: Berdasarkan info IVF Center RS Pondok Indah tahun 2020, sebanyak 22,7 persen penyebab kegagalan program bayi tabung (IVF) adalah aspek infertilitas pria.

Pentingnya Pemeriksaan Pria Terlebih Dahulu

Prof. Budi Wiweko, nan juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), menyarankan agar pasangan nan mengalami gangguan kesuburan melakukan pemeriksaan pada pihak laki-laki terlebih dahulu.

"Jadi, jika ada gangguan kesuburan nan kudu diperiksa duluan adalah laki-laki ya. Jangan pernah menyentuh wanita, sebelum ada hasil sperma. Jadi, jangan dibalik," tegasnya. Pemeriksaan sperma jauh lebih sederhana dan non-invasif dibandingkan pemeriksaan kesuburan pada wanita.

Persiapan Menuju Program Bayi Tabung (IVF)

Bagi pasangan nan berencana menjalani program In Vitro Fertilization (IVF), Prof. Budi menyarankan persiapan matang minimal 60 hari sebelum prosedur dimulai. Langkah-langkah persiapan meliputi:

  • Perbaikan Gaya Hidup: Menghindari rokok, alkohol, dan kebiasaan terpapar panas nan telah disebutkan di atas.
  • Konsumsi Asam Folat: Tidak hanya untuk wanita, masam folat juga krusial untuk mendukung kualitas materi genetik.
  • Profilaksis: Menjalani rangkaian pencegahan dan penguatan kondisi tubuh sesuai pengarahan medis selama dua bulan sebelum tindakan.

Kesuburan pria adalah aspek kunci dalam perencanaan keluarga. Dengan menghindari kebiasaan nan memicu panas berlebih dan radiasi pada area reproduksi, laki-laki dapat menjaga integritas DNA sperma mereka. Kesadaran untuk melakukan penemuan awal melalui kajian sperma menjadi langkah awal nan bijak sebelum memulai program kehamilan nan lebih kompleks. (Ant/H-4)

Selengkapnya