Kembali Jual SUN Valas, Pemerintah Raup Rp32,43 Triliun

  • Whatsapp

Jakarta: Pemerintah Indonesia kembali sukses melakukan transaksi penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam dua mata uang asing (dual-currency) yaitu dolar AS dan euro dengan format SEC-Registered Shelf Take-Down. Total dana yang didapat mencapai Rp32,43 triliun.
 
Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, SUN valas terdiri USD1,65 miliar atau sekitar Rp23,9 triliun (kurs Rp14.485 per USD) dan 500 juta euro atau sekitar Rp8,53 triliun (kurs Rp17.074 per euro).
 
“Hasil dari penerbitan kali ini akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan APBN secara umum, termasuk untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19,” tulis keterangan tersebut, Kamis, 22 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Terdapat empat seri penerbitan kali ini, yaitu RI0731 dengan tenor 10 tahun dan akan jatuh tempo pada 28 Juli 2031. Pada seri ini nominal yang diterbitkan USD600 juta dengan tingkat kupon 2,15 persen. Seri RI0731 ini akan dihargai 99,55 persen dengan yield 2,2 persen.
 
Kedua, seri RI0351 memiliki tenor 30 tahun dan akan jatuh tempo pada 12 Maret 2051. Nominal yang diterbitkan untuk seri ini adalah USD750 juta dengan tingkat kupon 3,05 persen. Seri RI0351 ini akan dihargai 99,03 persen dengan yield 3,1 persen.
 
Selanjutnya, ada seri RI0371 yang memiliki tenor paling panjang selama 50 tahun dengan jatuh tempo pada 12 Maret 2071. Nominal yang diterbitkan adalah USD300 juta dengan tingkat kupon 3,35 persen. Seri ini akan dihargai 99,99 persen dengan yield 3,35 persen.
 
Untuk SUN mata uang euro, seri RIEUR0729 memiliki tenor delapan tahun dan jatuh tempo pada 28 Juli 2029. Nominal yang diterbitkan sebesar 500 juta euro dengan tingkat kupon satu persen. Seri ini akan dihargai 99,48 persen dengan yield 1,068 persen.
 
Meskipun level US Treasury (UST) 30 tahun mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 26 basis poin (bps) dibandingkan level UST pada Januari 2021, level yield untuk penerbitan USD tenor 30 tahun tidak mengalami perubahan dibandingkan pada penerbitan Januari 2021.
 
Selain itu kepercayaan investor tercermin dari final price guidance yang dapat ditekan hingga 35 bps ke 2,2 persen untuk tenor 10 tahun, 3,1 persen untuk tenor 30 tahun dan 3,35 persen untuk tenor 50 tahun yang merupakan yield terendah yang pernah diterbitkan.
 
Dengan demand yang cukup kuat dari investor Eropa, Pemerintah berhasil menekan harga seri baru SUN dalam denominasi euro hingga 28 bps dari initial price guidance di area MS+150bps ke final price guidance di MS+122bps dan mencapai negative new issue concession.
 
Penerbitan seri baru tenor delapan tahun ini merupakan penerbitan euro kelima dalam format SEC-registered yang mencerminkan konsistensi pemerintah untuk menyediakan instrumen surat utang yang likuid bagi investor Eropa.
 
Keempat seri SUN yang diterbitkan pada transaksi kali ini diperkirakan akan memperoleh peringkat Baa2 dari Moody’s, BBB dari Standard & Poor’s, dan BBB dari Fitch, serta akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange dan Frankfurt Stock Exchange.
 
Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah BNP Paribas, BofA Securities (B&D), Crédit Agricole Corporate and Investment Bank, Deutsche Bank, dan The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, sedangkan yang bertindak sebagai co-Managers adalah PT BRI Danareksa Sekuritas and PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
 
(DEV)

Pos terkait