Kemenangan Telak Vietnam Hasil Agenda Mata-mata Kim Sang Sik di GBK?

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi Kim Sang Sik saat memata-matai Timnas Indonesia musuh Mozambik dianggap sebagai kunci di kembali kesuksesan Vietnam di Piala AFF 2026.

Sebelum Piala AFF 2026 bergulir, tepatnya 9 Juni 2026, Kim Sang Sik sengaja menonton langsung laga persahabatan Indonesia vs Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Usahanya untuk membaur dengan penonton di bangku tribune terbongkar wartawan dan para penggemar. Kim Sang Sik tetap dikenali dan jadi sorotan media-media di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susunan pemain Indonesia pada laga persahabatan melawan Mozambik memang berbeda dengan skuad di Piala AFF 2026. Ada dugaan agenda 'mata-mata' Kim Sang Sik hanya bakal berujung sia-sia.

Namun, media Vietnam menilai Kim Sang Sik tidak hanya mengawasi pemain secara individu. Ia menganalisis sebuah tim beroperasi.

Kim Sang Sik dengan jeli mengawasi langkah pembimbing John Herdman membangun style bermain Indonesia, gimana mereka mengalirkan bola, melakukan tekanan, transisi, celah saat Indonesia menyerang, alias gimana reaksi setelah kehilangan penguasaan bola.

"Ini adalah statistik nan tidak terpampang di papan skor. Namun, bisa menjadi untung saat dua pembimbing saling beradu strategi. Dan, Vietnam telah menunjukkan persiapan tersebut sejak Indonesia melakoni laga persahabatan di GBK," tulis Soha.

Ketika kedua tim berjumpa di Stadion Pakansari, Bogor, pad 3 Agustus lalu, Vietnam tidak ragu-ragu. Mereka bermain seolah sudah mengenali betul kekuatan dan kelemahan lawan.

Hasilnya, Indonesia kalah telak 0-3 di depan publik sendiri. Kekalahan menyakitkan nan jadi salah satu aspek membikin Indonesia tersingkir di fase Grup A.

Setelah dua tahun berkarier di Asia Tenggara, Kim Sang Sik sadar betul bahwa Indonesia adalah musuh tangguh. Terutama ketika bermain di kandang sendiri.

Media Vietnam itu menyebut Indonesia mempunyai kecepatan, kekuatan, dan keahlian melakukan pressing, serta selalu mendapat support luar biasa dari suporter.

"Untuk mengalahkan musuh seperti itu, tim Vietnam tidak hanya butuh pemain-pemain hebat, tetapi juga langkah nan jelas."

"Fakta bahwa pembimbing Kim Sang Sik datang di Stadion Bung Karno nyaris dua bulan sebelum pertandingan resmi menunjukkan bahwa rencana tersebut tidak disusun dalam waktu singkat," urai Soha.

Sepak bola memang jauh lebih kompleks dari sekadar hasil mata-mata. Namu, satu perihal nan pasti: Kim Sang Sik tidak menunggu hingga Piala AFF 2026 dimulai untuk mempelajari lawan-lawannya.

"Begitulah semestinya sebuah tim nan mengincar sasaran besar bekerja, Mereka perlu memahami kekuatan dan kelemahan mereka sendiri. Dan, nan terpenting menyusun strategi untuk mengubah pemahaman tersebut menjadi kelebihan di lapangan," kajian itu melanjutkan.

"Seperti dalam pepatah lawas nan berbunyi, "Kenali musuhmu, kenali dirimu sendiri, maka kau bakal memenangkan seratus pertempuran."

Sepak bola modern tentu tidak sesederhana itu, di mana sekadar mempelajari musuh bisa menjamin kemenangan. Namun, untuk mendekati tujuan tersebut, persiapan nan matang sangat penting.

Dan, pembimbing Vietnam Kim Sang Sik membuktikan bahwa dia menjalankan tugas tersebut dengan baik di Piala AFF 2026.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/abs)

Selengkapnya