Kementerian Investasi Buka-bukaan Soal Strategi Hilirisasi Emas

41 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membeberkan strategi hilirisasi emas dalam negeri. Salah satu tujuannya untuk memperluas pemanfaatan logam mulia tersebut di sektor industri manufaktur.

Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM Heldy Satrya Putera menyebut strategi emas nan dilakukan dalam negeri agar potensi persediaan emas nasional tidak hanya terbatas pada produk perhiasan dan perangkat investasi, melainkan bisa menyuplai kebutuhan industri teknologi tinggi.

Adapun, pemerintah telah memasukkan emas dalam daftar komoditas prioritas nan kudu dikembangkan ekosistemnya. Ia menegaskan pihaknya tengah memetakan potensi integrasi dari hulu hingga ke industri pengguna akhir di dalam negeri.

"Emas ini juga merupakan salah satu komoditas nan kita sorong hilirisasi. Kenapa? Jadi saat ini kita banyak sebetulnya menggunakan alias memanfaatkan emas, mengolah emas itu baru untuk satu, perhiasan. nan kedua kita mengolahnya hanya untuk kebutuhan investasi lantaran kita mau simpan emasnya," katanya dalam aktivitas Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Selama ini pemanfaatan emas di Indonesia dinilai tetap konvensional melalui pembuatan perhiasan hingga sebagai persediaan devisa. Padahal, menurutnya emas mempunyai peran sebagai komponen dalam industri elektronik modern, termasuk sebagai bahan pendukung produksi semikonduktor.

"Nah sebetulnya emas ini dibutuhkan juga untuk industri elektronik. Gitu. Untuk pembuatan produk-produk ya seperti semi konduktor itu juga butuh walaupun tidak besar jumlahnya mungkin dibandingkan dengan bahan baku nan lainnya," ujarnya.

Pihaknya menargetkan kesiapan seluruh bahan baku pendukung hilirisasi tersedia secara berdikari di dalam negeri. Ketersediaan sumber daya nan terjamin diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para penanammodal dunia untuk membangun akomodasi manufaktur termasuk pedoman emas di Tanah Air.

"Kita usahakan jika bisa memang seluruh bahan bakunya itu tersedia di Indonesia. Ini untuk memberikan kepercayaan lagi, kepastian lagi kepada para penanammodal bahwa andaikan Anda membangun industri ini maka kebutuhan-kebutuhan bahan bakunya itu dapat kami pastikan bakal tersedia," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya