Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya.(Dok. Antara)
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan seluruh prasarana base transceiver station (BTS) nan terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah pulih sepenuhnya. Saat ini, jasa telekomunikasi di wilayah tersebut dilaporkan telah kembali beraksi normal.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengungkapkan bahwa terdapat 812 titik BTS di 11 kabupaten/kota nan sempat mengalami gangguan saat gempa bermagnitudo (M) 7.0 mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8) lalu.
"Sampai per hari ini laporannya mengenai dengan konektivitas di wilayah terdampak gempa itu dari 812 titik alias site BTS sudah pulih 100 persen," ujar Fifi di Kantor Badan Penghubung Provinsi NTT, Jakarta, Sabtu (22/8).
Proses pemulihan ini menunjukkan progres nan signifikan. Sebelumnya, pada Selasa (18/8), Kemkomdigi mencatat tingkat pemulihan prasarana digital telah mencapai 99,9 persen hingga akhirnya mencapai pemulihan total pada hari ini.
Penguatan Konektivitas dengan Starlink
Selain memperbaiki prasarana eksisting, Kemkomdigi juga mengerahkan 20 perangkat telekomunikasi satelit Starlink ke letak bencana. Langkah ini diambil untuk menjamin kesiapan komunikasi bagi penduduk nan mau menghubungi family maupun kerabat.
"Bantuan Starlink tentu untuk memberikan penguatan-penguatan jika tetap ada titik-titik nan misalnya terdampak," tambah Fifi.
Penyaluran 15 Ton Bantuan Logistik
Tak hanya konsentrasi pada prasarana digital, Kemkomdigi turut menyalurkan support kemanusiaan sebanyak 15 ton. Bantuan logistik tersebut meliputi makanan, minuman, susu, selimut, tikar, hingga obat-obatan nan dikirimkan secara berjenjang melalui Badan Penghubung Provinsi NTT.
Fifi berambisi support ini dapat meringankan beban masyarakat nan terdampak bencana. "Insyaallah apa nan kami berikan hari ini bisa membantu meringankan nan terdampak gempa di NTT," tuturnya.
Penanganan sigap ini merupakan bagian dari petunjuk langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat telah mengerahkan seluruh sumber daya kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) untuk mempercepat masa tanggap darurat di wilayah Flores dan sekitarnya. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·