Kenali Saraf Terjepit, Risiko Nyeri yang Rentan Dihadapi saat WFH

  • Whatsapp

SARAF terjepit bisa dialami siapa saja, baik muda maupun tua. Nyeri akibat saraf terjepit dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya.

Saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan suatu kondisi yang diakibatkan menonjolnya bantalan tulang belakang sehingga menjepit saraf tulang belakang. HNP dapat terjadi pada semua ruas tulang belakang, tetapi yang paling sering terjadi yaitu pada segmen lumbal atau pinggang.

Pada usia muda umumnya disebabkan oleh cedera dan beban berat pada tulang belakang sehingga menyebabkan penonjolan bantalan tulang atau diskus intervertebrali. Sedangkan pada usia tua disebabkan proses degenerasi, dan hilangnya elastisitas batalan tulang.

 saraf terjepit

Saraf terjepit bisa disebabkan karena berbagai faktor. Seperti usia, cedera (baik jatuh akibat kecelakaan atau olahraga), aktivitas dan pekerjaan (duduk lama, mengangkat ataupun menarik beban yang berat.

Tak hanya itu, Anda yang sering memutar punggung ataupun membungkuk, latihan fisik terlalu berat dan berlebihan, terpapar getaran yang konstan, olahraga berat, merokok, berat badan berlebihan, dan batuk dalam waktu yang lama.

Gejala saraf terjepit cukup beragam. Anda bisa kesemutan, kebas, baal yang terasa di tangan atau kaki. Kemudian anggota gerak melemah. Sampai pada akhirnya terjadi gangguan buang air kecil dan buang air besar.

Jika nyeri sudah berlangsung lama, penderitanya mulai mencari solusi untuk mengatasi nyerinya. Tak perlu khawatir operasi, saraf terjepit sudah dapat ditangani tanpa perlu rawat inap dan proses pemulihannya cepat.

“Kini dunia medis sudah berkembang semakin maju dengan adanya Interventional Pain Management (IPM) yang menerapkan teknik-teknik intervensi untuk menangani nyeri,” papar Dr dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP dilansir dari Klinik Nyeri DR. Indrajana.

Baca Juga: Usir Lelah dan Tetap Rileks di Rumah, Intip Rahasianya

Pos terkait