ARTICLE AD BOX
loading...
Rektor UBK Sri Mumpuni Ngesti Rahaju menyampaikan 9 poin mengenai kasus Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin. Saat ini, Abdi sudah dinonaktifkan. Foto: Sindonews
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Polri mengusut tuntas dugaan pemberian duit sebesar Rp20 juta kepada sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) oleh oknum polisi. Hal ini ditujukan untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik.
“Polri kudu melakukan investigasi untuk membuktikan betul alias tidaknya pernyataan tersebut. Investigasi ini krusial demi menjaga akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap lembaga Polri,” ujar Abduh, sapaan berkawan Abdullah, Kamis (25/6/2026).
Baca juga: UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Diketahui, pemberian duit Rp20 juta itu diungkap mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin. Uang itu diberikan untuk menggeser titik demonstrasi dari Istana Presiden ke Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.
Abduh menuturkan Polri mempunyai sistem pengawasan internal nan bisa mengusut dugaan tersebut secara ahli dan transparan. Untuk itu, dia berambisi setiap info nan berkembang dapat ditindaklanjuti secara objektif berasas kebenaran dan perangkat bukti nan ada.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·