loading...
Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan dalam sidang tahunan MPR dan sidang berbareng DPR-DPD Tahun 2026 ini tidak bakal ada lagi lagu-lagu nan dapat memicu tindakan joget-joget personil majelis sebagaimana nan terjadi pada sidang tahun 2025. Foto: Felldy Ut
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B. Najamuddin memastikan dalam sidang tahunan MPR dan sidang berbareng DPR-DPD Tahun 2026 ini tidak bakal ada lagi lagu-lagu nan dapat memicu tindakan joget-joget personil majelis sebagaimana nan terjadi pada sidang tahun 2025 lalu. Hal ini ditegaskan Sultan usai meninjau prosesi gladi bersih sidang tahunan MPR dan sidang berbareng DPR-DPD nan digelar di ruang sidang paripurna Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
"Memang sidang berbareng ini juga kita sudah batasi, tidak bakal ada lagi kelak hal-hal seperti lagu-lagu nan bakal memancing suasana menjadi seperti ada intermezo seperti itu ya," kata Sultan.
Oleh lantaran itu, dia berambisi sidang tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun ini betul-betul melangkah dengan khidmat, tertib, kondusif dan lancar. Mengingat, ini menjadi bagian dari HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Aksi Joget Anggota Dewan saat Sidang Tahunan 2025 Jadi Sorotan, Puan: Tahun Ini Lebih Khidmat
Ia tak menampik jika ada penyesuaian alias pemilihan lagu-lagu nan bakal mengisi bagian intermezo dari rangkaian sidang tersebut. Lagu-lagu nan bakal dipilih nantinya bakal berfokus ke lagu nan terdapat unsur nasionalisme nya.
"Jadi sesuai dengan nan sudah disiapkan oleh panitia, lagu juga nan bakal ditampilkan adalah lagu-lagu nan nasionalisme, perjuangan, sehingga menghindari gerakan-gerakan nan bakal kelak memancing, dalam tanda kutip, seakan-akan bernuansa seperti nan tadi teman-teman sampaikan. Itu juga bagian dari antisipasi agar publik juga tidak memandang itu berlebihan ya," pungkasnya.
(rca)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·