KH Maruf Amin Didoakan Jadi Rais Aam Syuriah PBNU pada Muktamar ke-35 NU

20 jam yang lalu 2

loading...

Wapres ke-13 RI KH Ma’ruf Amin menjadi Rais Aam Tanfidziyah alias Ketua Umum PBNU. Foto/istimewa

JAKARTA - Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta, mendoakan Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI KH Ma’ruf Amin menjadi Rais Aam Tanfidziyah alias Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU nan digelar di Jombang, 27-31 Agustus 2026. Doa itu disampaikan Khadim Zawiyah Ar Raudhah, KH Muhammad Danial Nafis saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan tersebut Syekh Muhammad Fadhil Al Jailani Al Hasani, KH Ma’ruf Amin, KH Marwazie Al Batawi, serta ribuan jemaah di Zawiyah Ar Raudhah, Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2026.

“Beliau (KH Ma’ruf Amin) berilmu ulama, nan kita tidak usah memuji lantaran memang beliau sudah terpuji. Maka kami nan muda, Alfakir, berkumpul di sini mendoakan, semoga Allah SWT memberikan amanah, dan semoga beliau kuat nan di usia lanjut nan sudah luar biasa memikul amanah kebangsaan, tapi Insya Allah amanah Nahdliyah tetap bakal berbareng beliau, insya Allah selamet,” ucap KH Muhammad Danial Nafis, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: KH Ma'ruf Amin: Figur Ketum PBNU Harus Mampu Lakukan Perbaikan dan Mendamaikan

KH Muhammad Danial Nafis juga menyoroti rumor sampulsurat nan viral dan berkembang menjelang Muktamar ke-35 NU. Dia mengaku prihatin lantaran rumor tersebut apalagi membikin sejumlah ustad dan ustadz sepuh NU turut menyampaikan imbauan kepada para muktamirin agar tidak menentukan pilihan berasas bayaran.

“Kita prihatin, sampai masyayikh, syaikhul syuyukh pada bicara, KH Ma’ruf Amin dan sepuh-sepuh ustad NU lainnya juga campaign jangan sampai ada riswah. NU tempat kumpulnya ustadz kok main sampulsurat untuk kedudukan ketua umum sampai kedudukan AHWA, itu berbayar. Naudzubillahiladzim, semoga kita dijauhkan dihindarkan hal-hal itu,” harapnya.

Menurut KH Muhammad Danial Nafis, rumor tersebut menjadi salah satu argumen dirinya mempertanyakan minimnya nama KH Ma’ruf Amin dalam daftar calon ketua umum PBNU nan beredar. "Guru kita, KH Ma’ruf Amin itu tidak beredar namanya, tidak masuk dalam deretan, apa lantaran tidak bagi-bagi alias apa itu, Masyaa Allah,” katanya.

Selengkapnya