ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengakui negaranya mengalami kekurangan bahan bakar. Hal ini terjadi akibat rentetan serangan drone jarak jauh Ukraina nan menghantam prasarana daya strategis.
"Semua akomodasi nan rusak sedang dipulihkan dengan cukup cepat, dan masalah nan muncul tidak kritis," kata Putin dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia, Minggu (28/6/2026), seperti dikutip CNBC International.
Putin menegaskan pemerintah tetap bisa mengendalikan situasi dan mempercepat pemulihan akomodasi nan rusak. Ia menambahkan Rusia bakal meningkatkan impor bahan bakar sekaligus mempercepat perbaikan kilang minyak guna mengatasi apa nan disebutnya sebagai "defisit sementara".
Pengakuan tersebut menjadi pernyataan paling terbuka dari Putin mengenai akibat serangan mendalam Ukraina terhadap sektor daya Rusia. Menurutnya, Kremlin juga bakal memperkuat sistem pertahanan udara untuk menghadapi serangan drone Ukraina nan bisa menjangkau wilayah jauh di dalam Rusia.
Dalam pidatonya di kongres partai berkuasa Rusia Bersatu pada hari nan sama, Putin kembali menyinggung akibat serangan tersebut.
"Ya, kami memandang dan menyadari masalah kami, dan kami juga menanggapinya," ujarnya. Ia menegaskan pemerintah bakal mengatasi seluruh tantangan, termasuk serangan terhadap wilayah dan prasarana Rusia.
Putin juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan larangan penuh ekspor diesel setelah muncul antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar akibat terganggunya pasokan.
Di sisi lain, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap akomodasi daya Rusia sebagai upaya mengurangi pendapatan Moskow dari sektor minyak dan gas nan menjadi sumber pembiayaan perang. Salah satu serangan terbesar sebelumnya menghantam Kilang Moskow Gazprom, nan menurut sejumlah analis menunjukkan meningkatnya efektivitas operasi jarak jauh Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukannya kembali menyerang dua kilang minyak Rusia pada Minggu, masing-masing di wilayah Krasnodar dan Yaroslavl.
"Setiap hukuman jangka panjang kami adalah pengurangan sumber daya nan bekerja untuk mesin perang Rusia, dan langkah lain menuju perdamaian," tulis Zelensky melalui Telegram.
Hingga sekarang otoritas Rusia belum mengonfirmasi adanya kerusakan akibat serangan terbaru tersebut. Namun, Gubernur Yaroslavl Mikhail Evraev menyatakan peringatan ancaman drone sempat diberlakukan dan akses jalan keluar menuju Moskow ditutup sementara sebagai langkah antisipasi.
(luc/luc)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·