Kolaborasi orang tua kunci sukses pola asuh anak

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim mengatakan orang tua harus berkolaborasi dalam mengasuh anak demi mengoptimalkan tubuh kembang.

Nadiem menyebutkan 1.000 hari pertama kehidupan anak adalah masa yang paling krusial dalam perkembangan karakter dan kecerdasan anak. Oleh karenanya, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membantu mengembangkan kemampuan literasi, interaksi dan berbagi dengan orang lain.

“Saya sebagai seorang ayah menyadari betul pentingnya menyediakan waktu spesial bagi ketiga putri saya, saya tidak ingin melewatkan momentum-momentum yang berharga dalam kehidupan awal anak-anak saya,” ujar Nadiem dalam webinar di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Sosok ayah pengaruhi pola hubungan asmara anak ketika dewasa

Baca juga: Tips tingkatkan kedekatan antara orang tua dan anak

“Dalam keluarga kami, waktu spesial untuk si kecil adalah waktu untuk bermain, membacakan buku cerita dan beraktivitas bersama-sama dan saya sangat beruntung karena dalam keluarga kami kolaborasi jadi nyawa dalam pengasuhan,” lanjutnya.

Nadiem juga mengatakan bahwa mengasuh anak bukan hanya tugas seorang ibu. Seorang ayah juga memiliki peran yang sama besar dalam proses perkembangan anak.

“Partisipasi seorang ayah sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak,” kata Nadiem.

Senada dengan Nadiem, sang istri Franka Franklin juga mengatakan bahwa kolaborasi ayah dan ibu berguna untuk memenuhi kebutuhan anak dan saling melengkapi dalam proses pengasuhan.

Franka mengatakan jika orang tua saling mendukung dalam pola pengasuhan, maka anak dapat mempelajari nilai-nilai seperti gotong-royong dan berbagi.

“Itu adalah nilai-nilai yang perlu dipelajari anak-anak sejak usia dini agar mereka tumbuh menjadi orang yang mampu berinteraksi dan bekerja sama bersama orang lain dengan saling menghargai dan menghormati,” kata Franka.

Franka menjelaskan bahwa dirinya dan Nadiem saling berbagi peran dalam pengasuhan anak. Franka sendiri berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi dan hal esensial lainnya.

“Kami saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain untuk satu tujuan yakni memastikan anak-anak kami melewati masa emas ini dengan bahagia, sehat dan mendapatkan pendidikan terbaik demi masa depan mereka,” ujar Franka.

Baca juga: Penerapan mindful parenting ubah kebiasaan makan anak yang salah

Baca juga: Keteraturan bisa buat anak merasa tenang di rumah

Baca juga: Kedekatan ayah dan anak bisa pengaruhi pemilihan pasangan hidup
 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait