Kominfo ajak masyarakat kurangi mobilitas cegah lonjakan COVID-19

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat mengurangi mobilitas jelang hari libur Natal dan Tahun Baru guna mencegah lonjakan ketiga pandemi COVID-19.

Pemerintah ingin mengantisipasi lonjakan kasus karena berkaca dari pengalaman tahun lalu, di mana kasus COVID-19 melonjak ketika masyarakat secara aktif melakukan mobilitas namun tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat ketika masa libur hari-hari besar berjalan.

“Kita tidak ingin kenaikan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di masa lalu, terulang kembali. Karenanya, berbagai pembatasan mobilitas jelang Nataru harus ditetapkan untuk diterapkan,” kata Johnny dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa.

Johnny menyebutkan meski saat ini Indonesia sudah bisa menangani kasus COVID-19 dan menekan angka kasus harian namun potensi lonjakan kasus masih sangat mungkin terjadi.

Kegiatan masyarakat yang tidak diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan pada faktanya kerap kali memicu kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air.

Kenaikan kasus tidak hanya terjadi pada kasus harian, namun juga pada kasus mingguan yang bertahan cukup lama.

Kasusnya seperti pada periode libur lebaran Idulfitri pada 2020 Satgas COVID-19 mencatat di masa itu terjadi penambahan sekitar 68-93 persen kasus harian baru dan penambahan kasus mingguan di kisaran 2.889 kasus-3.917 kasus.

Sementara itu, kasus lainnya melonjak ditemukan pada saat periode Libur kolektif Maulid Nabi dan Natal tahun 2020 tercatat ada penambahan 37-95 persen kasus harian baru dan penambahan kasus mingguan sebanyak 8.096-38.340 kasus.

“Kenaikan ini diperparah adanya varian Delta yang lebih mudah menular dibanding varian sebelumnya,” ujar Johnny.

Untuk itu, ia mengajak agar masyarakat bisa memahami dan ikut mencegah lonjakan kasus dari jauh- jauh hari sehingga gelombang ketiga dari COVID-19 bisa dihindari.

Jika memang harus dilakukan mobilitas, maka diharapkan masyarakat bisa secara aktif mengikuti testing.

Pengetesan COVID-19 sebelum menjalani kegiatan di masa liburan menjadi langkah preventif untuk memastikan pelaku perjalanan dalam kondisi sehat dan tidak menularkan virus ke daerah tujuannya.

Selain itu, Pemerintah juga mengajak masyarakat yang belum divaksin untuk segera menerima vaksin COVID-19 sehingga dapat kekebalan komunitas dapat tercapai dengan lebih cepat.

“Mari berjuang agar Indonesia berhasil melewati Natal dan Tahun Baru dengan level penyebaran COVID-19 yang terkendali,” kata Johnny.

Baca juga: Kemenkominfo siapkan mekanisme pembagian 6,7 juta STB gratis

Baca juga: Menkominfo: Penghentian siaran analog paling lambat 2 November 2022

Baca juga: Kemenkominfo perhatikan kesiapan di lapangan terapkan digitalisasi

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait