Konsumsi BBM Pertalite Melonjak Signifikan, Ternyata Ini Pemicunya

53 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mengalami peningkatan setelah nilai BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami kenaikan signifikan beberapa waktu lalu.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan kenaikan konsumsi Pertalite terlihat setelah terjadi peningkatan nilai BBM nonsubsidi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

"Grafik atas ini menunjukkan adanya pergerakan nilai BBM khususnya RON 90 ini pertalite, ini konsumsinya cukup lumayan naik pasca adanya kenaikan nilai BBM non-subsidi, baik itu Pertamax maupun Pertamax Turbo," ujar Wahyudi dalam RDP berbareng Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, salah satu aspek nan mendorong peningkatan konsumsi Pertalite adalah semakin lebarnya disparitas nilai antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Meski nilai sejumlah BBM nonsubsidi mengalami penurunan pada akhir Agustus, selisih harganya tetap cukup tinggi.

"Faktor nan menyebabkan peningkatan adalah pertama pastinya ini disparitas nilai semakin lebar, walaupun di akhir bulan Agustus ini nilai untuk kategori Pertamax, seperti Pertamax Dex termasuk untuk dex series itu terjadi penurunan, namun disparitas harganya ini tetap cukup lebar, cukup tinggi, dan masyarakat banyak melakukan shifting penggunanya kepada BBM subsidi dan kompensasi negara," kata dia.

Berdasarkan bahan paparannya, rata-rata konsumsi harian Pertalite mencapai 82.760 KL pada Juni 2026. Jumlah tersebut melonjak 6.965 KL alias 9,19% dibanding rata-rata konsumsi harian Pertalite pada hari normal nan mencapai 75.795 KL.

Kemudian, pada Juli 2026 konsumsi rata-rata harian Pertalite mencapai 85.589 KL. Angka tersebut melonjak 9,794 KL alias 12,92% dibanding rata-rata konsumsi harian pada hari normal 75.795 KL.

Lalu pada Agustus 2026 rata-rata konsumsi harian Pertalite mencapai 84.368 KL. Angka tersebut naik 8.573 KL alias 11,31% dibanding rata-rata konsumsi Pertalite pada hari normal alias sebelum nilai Pertamax naik.

"Sementara pada bulan periode Agustus hingga saat ini agak sedikit menurun lantaran nilai (Pertamax) juga ada terkoreksi semula 16.250 menjadi 15.950 mengalami penurunan sehingga konsumsinya untuk Pertamax juga turun," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya