Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan skema support biaya stimulan bagi penduduk nan rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah mengalokasikan anggaran dengan besaran mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per unit bangunan, sesuai dengan tingkat kerusakan bentuk nan dialami.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan bahwa saat ini proses pendataan rumah rusak tetap terus melangkah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa penyaluran biaya tersebut bakal dilakukan setelah seluruh info melalui tahap verifikasi teknis.
"Adapun support rumah rusak rumah sedang dan rusak berat ini dibagi atas dua skema. Rusak sedang ini dan rusak ringan ini bakal diberikan biaya stimulan untuk rusak sedang Rp 30 juta sedangkan untuk rusak ringan Rp15 juta," katanya dalam konvensi pers secara daring, Sabtu (22/8/2026).
Khusus untuk kategori rumah rusak berat, pemerintah bakal memberikan support berupa pembangunan kembali kediaman baru bagi warga. Penentuan nilai anggaran untuk setiap unit rumah rusak berat bakal merujuk pada standar nilai dan izin penganggaran nan bertindak guna memastikan keadilan bagi seluruh korban terdampak.
"Sedangkan untuk rumah rusak berat bakal dibuat rumah baru nan tentu kelak sesuai dengan anggaran nan ada dan penganggaran nan ada dengan jumlah nilai nan sesuai dengan patokan nan ada," imbuhnya.
Pemerintah saat ini tetap memprioritaskan tahap penanganan darurat pada minggu pertama dan kedua pascabencana, terutama untuk menjamin pasokan logistik dan kesehatan bagi 150.576 pengungsi. Pendataan nan dilaporkan merupakan info awal dari lapangan yang akan divalidasi ulang untuk menentukan daftar penerima faedah support perbaikan rumah.
Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sekarang telah menyantap korban jiwa sebanyak 87 orang, menurut info terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (22/8/2026). Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 150 ribu orang.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·