Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Jiwa, Pengungsi Tembus 150 Ribu

4 jam yang lalu 3
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Jiwa, Pengungsi Tembus 150 Ribu Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Jiwa, Pengungsi Tembus 150 Ribu.(Dok. BNPB)

JUMLAH korban meninggal bumi akibat gempa bumi nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Dalam satu hari, tercatat peningkatan sebanyak 12 orang, sehingga total korban tewas sekarang mencapai 87 jiwa dari sebelumnya 75 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa penambahan jumlah korban ini terjadi di tengah guncangan gempa susulan nan tetap terus melanda sejumlah wilayah terdampak.

“Masih tetap ada bertambah jiwa nan meninggal dari pemberitaan kemarin nan kami laksanakan. Pada hari ini, secara kumulatif, jumlah nan meninggal ada 87 jiwa,” ujar Berton dalam pemaparan perkembangan penanganan musibah gempa bumi di NTT, Sabtu (22/8).

Berdasarkan info terbaru BNPB, Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban meninggal terbanyak dengan 31 jiwa. Diikuti oleh Manggarai Timur sebanyak 30 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 9 jiwa, Ngada 4 jiwa, Ende 2 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.

Selain korban jiwa, akibat gempa juga menyebabkan 1.298 penduduk mengalami luka-luka, dengan 336 orang di antaranya menderita luka berat. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka tertinggi mencapai 643 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai dengan 285 jiwa.

Lonjakan Jumlah Pengungsi

Intensitas gempa susulan nan tetap tinggi memicu peningkatan jumlah penduduk nan mengungsi. Hingga Sabtu, BNPB mencatat total pengungsi mencapai 150.576 jiwa, melonjak signifikan dari laporan sebelumnya nan berada di nomor 130 ribu orang.

Tiga wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbesar meliputi:

  • Kabupaten Manggarai: 41.427 jiwa
  • Kabupaten Nagekeo: 34.256 jiwa
  • Kabupaten Manggarai Timur: 31.372 jiwa

Hingga Sabtu, tercatat telah terjadi 5.012 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar magnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,1. Dari ribuan getaran tersebut, sebanyak 124 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Percepatan Distribusi Logistik

Pemerintah terus mengupayakan percepatan pengedaran support melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di Halim Perdanakusuma. Hingga Sabtu pukul 13.00 WIB, sebanyak 147 ton support logistik telah dikirimkan melalui 10 sorti penerbangan, nan terbagi menuju Labuan Bajo (70 ton) dan Maumere (77 ton).

Secara kumulatif sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total support nan telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan. Rinciannya, 651 ton disalurkan melalui Bandara Labuan Bajo dan 303 ton melalui Bandara Maumere.

Operasi kemanusiaan di lapangan saat ini melibatkan 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, serta 903 relawan dari 104 lembaga nan bekerja sama dengan kementerian dan pemerintah wilayah untuk menangani akibat musibah secara menyeluruh. (PO/I-1)

Selengkapnya