Keterangan Foto Basarnas Siagakan Helikopter di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat untuk pemindahan korban gempa(Dok. SAR Maumere)
KORBAN tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 51 orang. Hingga Minggu (16/8) pukul 14.00 WITA, sebanyak 132 orang lainnya tercatat mengalami luka berat maupun luka ringan.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman mengatakan Basarnas menyiagakan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Armada tersebut dipersiapkan untuk mendukung pemindahan medis melalui udara andaikan dibutuhkan.
“Bapak Kepala Basarnas berbareng rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses pemindahan medis udara secara sigap andaikan diperlukan dan saat ini disiagakan di Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar Fathur Rahman, Minggu (16/8).
Memasuki hari kedua operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Kantor SAR Maumere berbareng potensi SAR memperluas pencarian ke Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii telah tiba di Pulau Flores untuk memantau langsung penanganan kondisi darurat akibat gempa. Ia berbareng rombongan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Di Kabupaten Manggarai Timur, tim SAR campuran dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat mengevakuasi seorang nelayan nan dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi. Korban ditemukan pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, penyisiran darat terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo sesuai Rencana Operasi (RenOps) hari kedua. Pencarian dilakukan hingga radius 6,3 kilometer dengan menyasar Kecamatan Reo di Kabupaten Manggarai serta Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot di Kabupaten Nagekeo.
Dari penyisiran di sejumlah wilayah tersebut belum ditemukan tambahan korban meninggal dunia. Tim SAR campuran tetap melakukan pemantauan dan pencarian untuk memastikan tidak ada masyarakat nan memerlukan pertolongan.
Berdasarkan pendataan dan verifikasi aktual di lapangan hingga Minggu (16/8) pukul 14.00 WITA, total korban terdampak mencapai 183 orang, terdiri dari 51 orang meninggal bumi dan 132 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.
Data korban tetap berkarakter bergerak dan bakal terus diperbarui melalui koordinasi dengan BPBD setempat serta unsur potensi SAR. Operasi pencarian dan pertolongan bakal terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi dan hasil pertimbangan di lapangan. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·