Wali Kota Kupang, Christian Widodo membuka Roadshow Tim Penggerak PKK Kota Kupang di SMP Negeri 3 Kupang, Kamis (6/8).(Dok.Humas Pemkot Kupang)
MENYONGSONG HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menempatkan pembangunan manusia sebagai salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Bagi Wali Kota Kupang, Christian Widodo, kemajuan kota tidak cukup diukur dari prasarana nan dibangun, melainkan juga dari kualitas manusia dan karakter masyarakat nan tumbuh di dalamnya.
Pandangan itu sejalan dengan tema resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI 2026, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, nan bagi Pemkot Kupang diwujudkan melalui pembangunan manusia nan berkualitas, sehat, berkarakter, serta mempunyai kesempatan nan setara untuk berkembang.
“Membangun sebuah kota itu bukan hanya membangun fisiknya, bukan hanya membangun infrastrukturnya, tetapi kita juga kudu membangun manusianya,” tegas Christian.
Ia menilai kota nan maju bukan hanya ditandai oleh gedung dan akomodasi modern, melainkan juga oleh masyarakat nan saling menghargai, peduli, bergotong royong, serta memperoleh akses pendidikan dan kesehatan nan baik.
Karena itu, Pemkot Kupang memperkuat pembangunan SDM melalui sejumlah pendekatan, mulai dari pendidikan dan literasi, penguatan karakter serta perlindungan anak, hingga peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah.
Upaya itu menyasar beragam kelompok, dari anak-anak dan generasi muda hingga aparatur nan menjadi bagian krusial dalam memastikan pelayanan public melangkah semakin baik.
MEMBANGUN KARAKTER GENERASI
Penguatan karakter generasi muda menjadi salah satu perhatian melalui Roadshow TP PKK Kota Kupang nan menyasar sejumlah sekolah. Di hadapan para siswa, Christian menekankan pentingnya keberanian melindungi diri dari kekerasan seksual melalui pesan sederhana, “tolak, lari, dan cerita.”
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental dan mempertahankan cita-cita. “It is not about a big dream, it's about how you keep that big dream when you grow old,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan di Kota Kupang tidak hanya diarahkan pada keahlian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keberanian mengambil keputusan, serta keahlian anak melindungi dan mengembangkan dirinya.
Upaya membangun generasi Kota Kupang nan berbudi pekerti juga melangkah beriringan dengan penguatan literasi dan pemerataan kesempatan belajar bagi setiap anak.
Komitmen itu diperkuat Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Francis melalui penguatan literasi dan perlindungan anak. Saat menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di UPTD SDN Palsatu, Serena menegaskan tidak boleh ada anak nan tertinggal lantaran keterbatasan akses dan kesempatan belajar.
MEMBANGUN SDM MEMBENAHI PELAYANAN
Investasi pada pembangunan manusia juga diarahkan mencakup aparatur pemerintah sebagai bagian krusial dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemkot Kupang menerima penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas keberhasilan membangun manajemen ASN nan profesional, berbasis merit, dan berorientasi pada pengembangan karier. Kota Kupang menjadi satu-satunya wilayah di NTT nan menerima penghargaan tersebut.
Christian menilai pembangunan pekerjaan ASN merupakan bagian dari pembangunan kualitas pelayanan publik. Prinsip itu sejalan dengan filosofi kepemimpinan Pemkot Kupang, To Govern is To Serve, memerintah adalah melayani.
Bagi Christian, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kesempatan untuk mempertegas kembali bahwa pembangunan wilayah kudu menghasilkan manusia nan bisa mengisi kemerdekaan, bukan sekadar kota dengan prasarana nan semakin banyak.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·