ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Ekuador berada dalam posisi kritis di Piala Dunia 2026 lantaran hanya meraih satu poin di dua laga awal dan kudu menghadapi Jerman di partai terakhir, Jumat (26/6) awal hari WIB. Namun pada akhirnya, Ekuador lolos ke babak 32 besar.
Ekuador nan disebut sebagai salah satu tim kuda hitam di Piala Dunia 2026 mengalami pukulan telak di dua laga awal Piala Dunia 2026. Setelah kalah 0-1 dari Pantai Gading di laga pertama, Ekuador malah hanya bermain seri tanpa gol musuh Curacao di partai kedua.
Catatan satu poin di tangan plus tak bisa membikin gol di dua laga awal jelas membikin Ekuador berada dalam posisi susah untuk melaju ke babak 32 besar. Hal itu ditambah realita bahwa mereka kudu menghadapi Jerman di partai terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi makin berat bagi Ekuador lantaran mereka sudah kebobolan di menit kedua oleh Leroy Sane. Harapan lolos ke 32 besar pun terasa makin jauh.
Dalam situasi itulah, Ekuador bisa bangkit dan mengalahkan Jerman. Gol penyama kedudukan dicetak oleh Nilson Angulo di menit kesembilan.
Angulo melepaskan tembakan dari luar kotak penalti nan tidak bisa dihalau oleh kiper Jerman, Manuel Neuer. Skor pun berubah jadi 1-1.
Dalam kondisi 1-1, pertandingan melangkah menarik. Kedua tim melakukan tindakan saling serang. Kiper Ekuador, Hernan Galindez beberapa kali menghadapi serbuan pemain-pemain Jerman.
Gol nan ditunggu Ekuador akhirnya datang di menit ke-77. Berawal dari skema sepak pojok, sundulan Kevin Rodriguez diteruskan oleh Gonzalo Plata nan berdiri di depan gawang. Neuer pun tak bisa bereaksi atas tendangan tersebut.
Keberhasilan Ekuador lolos ke fase knock out membikin mereka mengulang catatan Piala Dunia 2006 ketika mereka bisa melaju hingga babak 16 besar. Namun dalam format 48 tim saat ini, Ekuador kudu lebih dulu menjejakkan kaki ke babak 32 besar sebagai tahap awal fase knock out.
(ptr/jun)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·