Lebih dari 37 Ribu Warga di Cilacap Krisis Air Bersih

17 jam yang lalu 1
Lebih dari 37 Ribu Warga di Cilacap Krisis Air Bersih .(MI/Lilik Darmawan)

KRISIS air bersih akibat kekeringan makin meluas di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hingga kini, tercatat sebanyak 37.686 jiwa alias 14.724 kepala family (KK) di 41 desa dan 16 kecamatan terdampak kesulitan mendapatkan air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap terus menyalurkan support air bersih dengan melibatkan beragam pihak.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan hingga sekarang total pengedaran air bersih telah mencapai 462 tangki dengan volume 2.370.000 liter.

"Pemerintah Kabupaten Cilacap berbareng BPBD, Pusdalops, bumi usaha, komunitas, organisasi sosial, dan seluruh mitra mengenai terus bergerak memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat nan terdampak kekeringan," kata Taryo pada Rabu (26/8).

Menurut dia, penanganan akibat kekeringan tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Kolaborasi dengan bumi upaya dan beragam komponen masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Dari total pengedaran nan telah dilakukan, sebanyak 460.000 liter alias setara 92 tangki air berasal dari APBD Kabupaten Cilacap. Sementara support dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bumi upaya dan mitra mencapai 1.910.000 liter alias 370 tangki.

Terakhir, ada sebanyak 16 tangki air bersih kembali disalurkan kepada penduduk di 15 desa nan tersebar di enam kecamatan, ialah Jeruklegi, Kawunganten, Gandrungmangu, Cipari, Wanareja, dan Dayeuhluhur.

Distribusi air bersih pada hari itu melibatkan PT SBI, KKM-BGS-NJC, Korwil BGN Kabupaten Cilacap, LazisMU, Kodim 0703 Cilacap, serta Baznas Kabupaten Cilacap.

Taryo mengapresiasi seluruh pihak nan terlibat dalam penanganan kekeringan. Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat tidak dapat ditangani sendiri oleh pemerintah sehingga memerlukan support dan kepedulian beragam pihak.

"Kolaborasi seluruh pihak sangat berfaedah bagi masyarakat nan sedang menghadapi kekeringan. Setiap tangki air nan dikirim merupakan corak nyata kepedulian, dan setiap liter air nan diterima menjadi angan bagi warga," ujarnya.

BPBD Cilacap berbareng Pemkab Cilacap bakal terus memantau perkembangan wilayah terdampak kekeringan dan menyalurkan support air bersih sesuai kebutuhan masyarakat. 

"Kami bakal terus bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi," kata Taryo. (LD/E-4)

Selengkapnya