ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, outlook defisit APBN hingga akhir 2026 bakal sebesar 2,85% PDB alias senilai Rp 734,3 triliun.
Ia mendasari outlook ini dari realisasi keahlian APBN sepanjang semester I-2026 nan defisit 0,78% PDB alias setara Rp 196,5 triliun.
"Outlook defist Rp 734,3 triliun, persentase 2,85% PDB. Saya percaya bisa tekan defisit ini ke bawah," ungkap Purbaya saat Laporan Semester (Lapsem) I-2026 di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2027).
Outlook defisit APBN ini mempertimbangkan pendapatan negara nan diramal bakal terkumpul Rp 3.208,1 triliun alias setara 101,7% dari sasaran APBN 2026. Lalu, Belanja negara Rp 3.942,4 triliun alias setara 102,6% dari target.
"Peran APBN sebagai shock absorber pada saat nilai minyak tinggi. Kita tidak naikkan bbm subsidi, untuk pemerintah itu bagus jaga stabilitas," paparnya.
(arj/arj)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·