Legislator Ingatkan Penguasaan Instrumen Digital agar Tidak Berdampak Destruktif

3 jam yang lalu 3
Legislator Ingatkan Penguasaan Instrumen Digital agar Tidak Berdampak  Destruktif Angggota DPR RI Komisi X, Abdul Fikry Faqih(MI/Supardji Rasban)

KARAKTERISTIK  pendidikan sangat krusial dan mendesak sebagai tembok utama pertahanan moral peserta didik. Secanggih apa pun teknologi alias kepintaran buatan (AI) nan diadopsi dalam kurikulum nasional, penguasaan instrumen digital tersebut wajib diimbangi dengan etika dan karakter nan kuat agar tidak membawa akibat destruktif.

Hal itu disampaikan legislator/angggota DPR RI Komisi X, Abdul Fikry Faqih, seusai workshop pendidikan dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Karakter Dalam Digitalisasi Pendidikan” di sebuah hotel di Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (22/8).

Fikri menilai bahwa tantangan digital nan dihadapi anak-anak saat ini sudah sangat kompleks. Literasi digital bukan sekadar keahlian teknis, melainkan juga menyangkut pembentukan etika, daya tahan mental, dan kesadaran kritis.

“Oleh karenanya literasi digital kudu dipahami sebagai kecakapan hidup komprehensif nan membentuk perseorangan menjadi pengguna teknologi nan bijak, aman, dan bertanggung jawab,” ujar Fikry.

Fikry menyebut Komisi X DPR RI mendorong penguatan pendidikan karakter dan etika moral masuk ke dalam kurikulum nasional melalui revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Penguatan pendidikan karakter dan etika moral masuk ke dalam kurikulum nasional sangat tepat untuk mengatasi masalah sosial nan sering terjadi, seperti perundungan, kekerasan digital, dan degradasi moral pada peserta didik,” jelas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah.

PENANAMAN KARAKTER POSITIF
Direktorat Paud Kemendikdasmen, Djajeng Baskoro, menyampaikan workshop pendidikan penguatan nilai-nilai karakter adalah aktivitas training strategis untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman pembimbing dalam mengimplementasikan penanaman karakter positif pada siswa.

“Kegiatan ini berfokus pada pembekalan praktis agar pendidik bisa mengintegrasikan nilai moral, sikap, dan kebiasaan baik ke dalam ekosistem belajar siswa,” ujar Djajeng.

Menurut Djajeng melalui aktivitas pembekalan ini, pihaknya mau pembimbing dan tenaga pendidikan aktif dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. “Secara nyata ke dalam kebiasaan harian dan budaya di lingkungan sekolah,” jelas Djajeng.

Kepala Disdikbud Kota Tegal, Dewi Umaroh nan diwakili Kabid PPTK, Listiana kusumawardani,  mengapresiasi penyelenggaraan aktivitas workshop pendidikan dan penemuan khususnya pendidikan digitalisasi nan diinisiasi oleh Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih.

“Kegiatan tersebut sejalan dengan program krusial dari Kementerian Pendidikan. Digitalisasi pendidikan itu sangat krusial nan kudu diimbangi dengan proses penguatan karakter, baik itu pembimbing maupun siswa,” ujar Listiana. (E-2)

Selengkapnya