Lockdown Berat, Tak Lockdown Gawat! Bagaimana, Pak Jokowi…?

  • Whatsapp

Jakarta, CNBC Indonesia – Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia masih jauh dari kata terkendali. Demi mempersempit ruang gerak penyebaran virus yang awalnya mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu, apakah Indonesia sudah perlu menerapkan kebijakan ekstrem seperti karantina wilayah (lockdown)?

Per 22 Juni 2021, jumlah pasien positif corona di Indonesia adalah 2.018.113 orang. Bertambah 13.886 orang (0,68%) dibandingkan sehari sebelumnya. Sudah enam hari beruntun pasien baru bertambah lebih dari 10.000.

Selama 14 hari terakhir, rata-rata penambahan pasien baru adalah 10.628 orang per hari. Melonjak tajam dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yakni 5.938 orang setiap harinya.


Hal yang patut menjadi perhatian adalah angka kasus aktif yang terus meningkat. Kasus aktif menggambarkan pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun mandiri. Data ini menggambarkan seberapa berat beban yang ditanggung sistem pelayanan kesehatan di suatu negara.

Pada 22 Juni 2021, angka kasus aktif berada di 152.686 orang, bertambah 4.958 dari hari sebelumnya. Angka kasus aktif berada di posisi tertinggi sejak 1 Maret 2021.

coronaSumber: Worldometer

Cerminan tingginya kasus aktif adalah fasilitas kesehatan yang mulai pontang-panting. RSUD Cengkareng sampai harus merawat pasien di lorong, sementara Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Fatmawati hanya menerima pasien Covid-19.

“IGD RSUP Fatmawati saat ini hanya menerima pasien dengan terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala sedang, berat, dan kritis. Dilatarbelakangi karena saat ini ada kenaikan jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 dan pasien tersebut melebihi jumlah kapasitas ruang perawatan Covid-19, khususnya di RSUP Fatmawati. Dengan melebihi jumlah kapasitas tersebut dan untuk menghindari transmisi di ruang-ruang rawat, maka diambil langkah-langkah,” ungkap Kepala Bagian Hukum, Organisasi, dan Humas RSUP Fatmawati Iwan Rusmana.

Halaman Selanjutnya –> Warga Ndableg, Saatnya Lockdown?

Pos terkait