Lockdown, Malaysia Targetkan Herd Immunity Covid di Desember

  • Whatsapp

Jakarta, CNBC Indonesia – Malaysia memutuskan untuk melakukan penguncian wilayah (lockdown) selama dua pekan. Namun pemerintahan Muhyiddin Yassin menargetkan kekebalan kelompok terhadap Covid-19 (herd immunity) terjadi pada Desember 2021.

Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan pemerintah sudah memesan vaksin Covid-19 untuk 109% dari populasinya untuk memenuhi syarat herd immunity. Saat ini Malaysia sudah memberikan izin penggunaan darurat untuk vaksin Pfizer, Sinovac dan AstraZeneca.

Adham Baba mengatakan pasokan vaksin Malaysia diperkirakan akan meningkat bulan ini dan bulan berikutnya. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan persiapan untuk mempercepat Program Imunisasi Nasional Covid-19.


Beberapa langkah yang diambil adalah penambahan lebih banyak pusat penyaluran vaksin (PPV) dan pengenalan jenis PPV baru, seperti drive-through dan unit vaksinasi keliling, seperti dikutip dari Strait Times, Sabtu (5/6/2021).

“Sejak program dimulai tahun ini, 3,2 juta dosis telah dibagikan. Kami saat ini berada di fase kedua dari program vaksinasi nasional … memvaksinasi orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, dengan fase tiga diharapkan dimulai pada akhir Juni, melibatkan mereka yang mendaftar pada Januari, Februari dan Maret,” ujar Adham Baba.

“Masalah utama kami saat ini adalah kapasitas SDM untuk mengawasi alur program vaksinasi di setiap PPV, mulai dari proses pendaftaran hingga observasi setelah menerima vaksinasi hingga crowd control. Jika semua itu sudah ada, kami akan bisa menggenjotnya. meningkatkan upaya vaksin kami dan, dengan pasokan ketiga vaksin secara berkelanjutan, kami akan dapat mencapai target kami.”

“Kami telah memesan vaksin yang cukup untuk 109 persen populasi yang memenuhi syarat untuk vaksinasi. Ini dilakukan setelah menghitung jumlah orang di atas 18 tahun dan yang layak menerima vaksinasi. Jika kami bisa mendapatkan vaksin yang dikirimkan. sebelum Desember, kita bisa mencapai herd immunity.”

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)

Pos terkait