Logam Tanah Jarang RI: Mineral yang Terlupakan

49 menit yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Sigit Puji Santosa menyebut Logam Tanah Jarang (LTJ) merupakan mineral nan terlupakan. Bahkan belum lama ini, LTJ disebut juga tak ada di Indonesia.

Padahal menurut Sigit, Indonesia mempunyai potensi LTJ nan besar, dan temuan ini didapatkan setelah dilakukan pemetaan.

"Kira-kira sekitar tahun 2024, awal kita memandang trend dunia, di mana LTJ menjadi komoditas nan sangat-sangat eksklusif, sangat mahal, dan tidak banyak nan punya," ungkap Sigit dalam Mindialogue 2026 dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026).

Dia menyebutkan Danantara berbareng Kementerian Diktisaintek dan ESDM bakal membangun badan Direktorat Jenderal Mineral nan unik mengelola LTJ. Dirjen tersebut nantinya bekerja mengembangkan hilirisasi LTJ.

"Logam tanah jarang kita kudu bangun di 3 level. Hilirisasi level 1 adalah di bagian bahan bakunya, apakah itu SHP, sisa hasil produksi, alias main mineral nan ditambang langsung," ujar dia.

Dia juga menyebut LTJ apalagi nantinya diproses menjadi Neodymium-Praseodymium (NDPR) untuk kebutuhan kendaraan listrik.

"Jadi kita melihatnya secara holistik dari dulu sampai sekarang, red earth itu untuk nan EV," terang Sigit.

Kendati demikian, dia menuturkan tantangan terbesar saat ini ialah dalam proses pemisahan LTJ nan memerlukan teknologi tinggi.

"Refinery inilah nan kita kejar, alhamdulillah kita mendapatkan mitra-mitra nan luar biasa, dan kita bakal segera kembangkan ini berbareng teman-teman di BRIN, berbareng teman-teman di perguruan tinggi, dan intinya kelak kita bakal ada kemandirian untuk pengelolaan pemisahan komponen ini secara nasional, ataupun dengan mitra-mitra dari luar," kata dia.

Seperti diketahui, karakter serta potensi LTJ alias rare earth elements (REE) dinilai sebagai komoditas mineral kritis masa depan Indonesia. Mineral itu mempunyai peran krusial dalam pengembangan industri teknologi, mulai dari ekosistem kendaraan listrik hingga peralatan medis dan militer.

Pengelolaan LTJ di Indonesia bakal dilakukan secara langsung nantinya oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Menurut Sigit, saat ini pihaknya tengah membangun Perminas sebagai perusahaan nan bakal mengelola LTJ sekaligus mendorong pengembangan industri turunannya, termasuk industri magnet permanen.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya