Banjir bandang menerjang Nepal setelah longsoran es dan batu diduga menyapu sungai di Himalaya. Air Sungai Trishuli naik 9 meter dalam 30 menit.(AFP)
BENCANA banjir bandang luar biasa menerjang Distrik Rasuwa, Nepal, setelah longsoran es dan batu nan terjadi di area Himalaya menyapu sistem sungai Bhote Koshi dan Trishuli.
Peristiwa tragis nan berjalan pada Rabu (26/8) waktu setempat, tersebut mengakibatkan sedikitnya 160 orang meninggal bumi dan lebih dari 750 orang dilaporkan hilang, termasuk 133 penduduk negara India.
Berdasarkan pengamatan hidrologi, peningkatan debit air terjadi sangat cepat. Ketinggian air Sungai Trishuli di Galchchi melonjak hingga sembilan meter hanya dalam tempo 30 menit.
Sementara itu, di wilayah Malekhu, permukaan air tercatat naik sekitar tujuh meter dalam lama waktu nan sama. Kenaikan air nan begitu ekstrem itu membuktikan sungguh cepatnya musibah di area Himalaya dapat berkembang dan membawa akibat hingga ratusan kilometer dari titik hulu.
Para intelektual dari International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD), berbareng sejumlah lembaga dari Nepal dan Tiongkok tengah meneliti rekaman video serta info lapangan.
Material es dan batu dalam jumlah besar diduga jatuh ke Lende Khola, nan merupakan anak Sungai Bhote Koshi. Benturan masif tersebut terindikasi mendorong air secara mendadak sembari membawa sedimen dan bongkahan batu besar ke arah hilir.
"Tragedi ini terjadi begitu tiba-tiba dan tidak terduga," kata Direktur Jenderal ICIMOD Pema Gyamtsho dikutip dari India Today.
Selain akibat langsung tumbukan material, para peneliti turut menyoroti potensi ancaman susulan. Material longsoran diduga sempat membendung aliran sungai dan menciptakan waduk alami.
Apabila sumbatan tersebut jebol, gelombang banjir baru dikhawatirkan kembali menakut-nakuti area hilir.
"Pemicu nan diduga adalah longsoran es di Lhende Khola, meski penyebabnya belum dapat dipastikan," kata Kepala Risiko Iklim dan Lingkungan ICIMOD, Qianggong Zhang.
Guna mengantisipasi akibat lanjutan, otoritas setempat mengimbau kewaspadaan mengenai potensi sumbatan di dekat perbatasan Nepal-Tiongkok.
Evakuasi telah dilakukan di sekitar Pelabuhan Jilong selagi para mahir menilai tingkat kestabilan sumbatan tersebut.
Proses penyelidikan sekarang terus melangkah dengan menganalisis gambaran satelit, catatan hidrologi, hingga info seismik guna mengidentifikasi sinyal tidak biasa nan terekam saat musibah terjadi. (India Today/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·