Ilustrasi integrasi data.(Magnific)
KETUA Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut pemerintah bisa menghemat Rp1.200 triliun dari transformasi digital.
"Saya kira penghematan nan diberikan dari apa nan ada saja, kami hitung bisa Rp1.200 triliun. Belum kami hitung BUMN nan lain dan sebagainya dan lebih daripada itu tadi seperti masalah akte kelahiran," kata Luhut di Jakarta, Selasa (11/8).
Ia menjelaskan integrasi data membikin perencanaan keputusan berbasis info bisa sangat efisien dan efektif. Ia menyebut jejeran pemerintahan sekarang sudah 94% terintegrasi. Selain itu artifcial intelligence (AI) juga dibutuhkan untuk melakukan cleansing data.
"Misalnya Pertamina, BPJS, semua. Karena itu bakal menghemat luar biasa. Misalnya BUMN Pertamina jika sampai pakai digitalisasi berbasis AI. Itu saya nggak tahu berapa bilion dollar kita bisa menghemat," ujar dia.
Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tersebut menngungkapkan integrasi info sudah dilakukan di 243 kabupaten sehingga bisa membantu beragam sisi termasuk dalam kesehatan maupun pemberian bansos.
"Sebelum presiden bulan Oktober-November 2026 roll out nasional. Dan kemudian kita berambisi akhir tahun kita sudah tahu siapa nan bakal menerima insentif dari pemerintah," ungkap dia.
"Dan pada bulan kuartal pertama tahun depan kita bakal langsung melakukan uji coba. Memberikan bansos ini. Ini bansos juga jadi berkedilan orang nan berkuasa dapat," pungkasnya. (Iam/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·