Mahfuz Sidik Sebut Pakta Makkah Berpotensi Lahirkan Tatanan Dunia Baru

1 jam yang lalu 2

loading...

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik. Foto: Istimewa

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan bahwa aliansi pertahanan Pakta Makkah nan ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turki pada Jumat, 7 Agustus 2026 berpotensi besar menjadi kekuatan dunia baru, serta tatanan geopolitik baru bagi negara-negara muslim. Apalagi, kata dia, perjanjian ini juga menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu negara personil bakal dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

“Aliansi Pakta Makkah sebagai instrumen geopolitik baru nan berpotensi mengubah peta kekuatan area Teluk Persia, Timur Tengah dan sekitarnya,” kata Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik Global berjudul ‘Kunci Perdamaian Teluk? Menganalisis Dampak Pakta Makkah’ pada Jumat (14/8/2026) malam.

Dia berpendapat, Pakta Makkah bisa saja membuka pintu bagi personil baru negara-negara muslim lainnya seperti Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), apalagi Iran. “Tetapi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bakal sangat berhati-hati serta tidak terburu-buru membuka pintu bagi personil baru,” katanya.

Baca juga: Pakta Pertahanan Mekkah Jadi Sinyal Titik Balik Geopolitik Timur Tengah, Ini 5 Alasannya

Analis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) ini menilai Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sebagai negara pendiiri aliansi bakal memprioritaskan konsolidasi internal, daripada mendahulukan untuk menerima personil baru. “Sebab, mereka kudu memastikan aliansi tiga negara ini menjadi poros nan solid dan teruji terlebih dulu sebagai instrumen geopolitik penghenti konflik," jelas Mahfuz.

Selengkapnya