Masyarakat harus taat prokes di tengah meningkatnya mobilitas

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga tren positif penanganan pandemi di tengah pembukaan aktivitas dan kegiatan sosial ekonomi yang diikuti peningkatan mobilitas.

“Dalam upaya hidup sehat berdampingan dengan COVID-19, pemerintah terus mengimbau masyarakat supaya tidak lengah. Dengan semakin tingginya mobilitas dan kegiatan masyarakat di ruang publik, disiplin mengenakan masker dan penerapan protokol kesehatan lainnya menjadi sebuah keharusan,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam pernyataannya, Senin.

Menkominfo juga mendorong bahwa vaksinasi sebagai benteng proteksi tubuh harus segera dilengkapi. “Jangan lagi pilih-pilih vaksin karena semua vaksin aman dan berkhasiat.”

Guna mengoptimalkan perlindungan kesehatan warga, pemerintah terus memastikan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat umum. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

Berdasarkan data monitoring kepatuhan protokol kesehatan dari Satgas penanganan COVID-19 per 26 September, 92,8 persen orang terpantau sudah mematuhi kewajiban memakai masker.

Namun, katanya, masih ada sejumlah pelanggaran kepatuhan di lokasi kerumunan. Restoran/kedai menjadi lokasi dengan persentase tingkat Tidak Patuh Memakai Masker tertinggi sebesar 17,6 persen.

Diikuti rumah (11.5 persen), jalan umum (10.7 persen), tempat wisata (8.3 persen), dan Tempat Olahraga Publik/Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA (7.5 persen). Itulah lima peringkat teratas lokasi dengan tingkat ketidakpatuhan tertinggi.

Sementara itu, 91,3 persen orang yang dipantau sudah mematuhi aturan dalam menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Dari lima lokasi dengan tingkat Tidak Patuh Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan, tertinggi adalah restoran/kedai (12.8 persen), tempat wisata (9.8 persen), jalan umum (9.3 persen), rumah (8.9 persen), dan Tempat Olahraga Publik/RPTRA (7.7 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito telah menegaskan bahwa pembukaan aktivitas sosial-ekonomi bertahap untuk mendukung tercapainya masyarakat yang produktif dan aman dari COVID-19.

Menurutnya hal ini tidak akan bisa tercapai apabila kepatuhan protokol kesehatan tidak dilaksanakan oleh masyarakat secara disiplin. “Saya tekankan bahwa pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan bukan hanya tugas satu dua unsur saja, melainkan tugas semua orang, tugas seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah.”

Oleh karena itu, pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan terutama memakai masker, dan belajar hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Akan sangat disayangkan bila setelah situasi membaik, justru kita lengah dan protokol kesehatan menjadi kendor. Virus COVID-19 masih ada dan terus mengancam kita, harus kita jaga bersama supaya tidak terjadi lonjakan kasus berikutnya,” kata Menkominfo menambahkan.

Baca juga: Menkominfo minta masyarakat tidak lengah jaga prokes

Baca juga: Pemerintah ajak masyarakat dukung vaksinasi lansia

Baca juga: Menkominfo tegaskan prinsip Indonesia soal arus data lintas batas

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait