Mataram Tunda PTM Terbatas di Tahun Ajaran Baru

  • Whatsapp

Mataram: Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunda kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada tahun ajaran baru 2021/2022. Penundaan dilakukan sampai kondisi perkembangan covid-19 di wilayah itu membaik.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Lalu Fatwir Uzali mengatakan, sedianya kegiatan PTM terbtas mulai dibuka Senin, 19 Juli 2021.
 
“Namun karena perkembangan penularan covid-19 terjadi peningkatan serta perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat 25 Juli 2021, jadwal tersebut terpaksa kita tunda sampai batas waktu yang belum pasti,” kata Fatwir di Mataram, Kamis, 22 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Ia menyebut, untuk melaksanakan PTM mulai tahun ajaran baru 2021/2022, telah dilakukan simulasi beberapa bulan. Hasil evaluasi simulasi PTM dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat sudah dilakukan sesuai ketentuan.
 
“Saat simulasi PTM, semua sekolah mengatur jam belajar siswa dengan sistem shift, dan ada juga yang menggunakan ganjil genap sesuai nomor absensi. Alhamdulillah semua berjalan lancar sesuai standar prokes,” ujarnya.
 
Baca: UNS Bakal Terapkan Kuliah Tatap Muka Bersyarat dan Bertahap
 
Dengan adanya kebijakan perpanjangan PPKM level empat, saat ini semua sekolah sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Disdik Mataram mengaku telah melakukan koordinasi dengan semua kepala sekolah dan meminta guru mata pelajaran menyiapkan berbagai materi yang dibutuhkan dengan inovasi dan kreativitas masing-masing.
 
“Dengan inovasi dan kreativitas masing-masing guru dalam menyampaikan materi, bisa menarik siswa mau mengikuti PPJ. Jadi guru harus menjadi guru yang tangguh dan kuat,” katanya.
 
Sementara itu Fatwir berharap agar orang tua bisa betul-betul mendampingi dan memberikan bimbingan untuk anak-anak mereka.
 
“Jika ada hal yang kurang dipahami, silakan datang ke sekolah untuk konsultasi dengan guru terkait,” katanya.
 
Selain itu, tambah Fatwir, untuk mendukung kegiatan PJJ, orang tua diharapkan bisa datang ke sekolah mengambil buku pelajaran yang sudah disiapkan sekolah sebagai acuan untuk belajar.
 
(AGA)

Pos terkait