Mau go digital? Kenali istilah keamanan siber berikut ini

  • Whatsapp

Salah satu tantangan terbesar dalam transformasi digital adalah ketersediaan talenta digital yang mumpuni. Maka dari itu, kenali istilah-istilah dalam keamanan siber.

Indonesia saat ini sedang gencar mempercepat laju transformasi digital. Apalagi, jumlah pelaku UMKM semakin hari semakin meningkat, membantu ekonomi digital yang juga merupakan bentuk transformasi digital. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam transformasi digital ini adalah ketersediaan talenta digital yang mumpuni.

Sayangnya, tingkat kesadaran para pengguna internet di Indonesia terhadap keamanan siber masih terbilang rendah. Untuk itu, sangat penting untuk mengenal istilah-istilah ancaman di dunia digital, di bawah ini.

Phising adalah bentuk penipuan di mana oknum menyamar sebagai perusahaan atau orang terkenal. Penyerang dapat menggunakan email phishing, teks, dan pesan langsung di media sosial untuk menyebarkan link berbahaya. Sebab, link akan mengambil data kredensial login atau informasi akun setelah calon korban menekan link.

Spam adalah jenis email tanpa izin atau unggahan yang tidak relevan, yang dikirim secara massal. Di Gmail, pesan jenis ini biasanya langsung dideteksi dan masuk ke kolom Spam.

  • Virus komputer

Virus komputer adalah suatu kode yang mampu menyalin secara otomatis dan efeknya dapat merusak. Biasanya, virus komputer ini merusak sistem atau menghancurkan data.

Hacker biasanya merujuk pada orang yang menyalahgunakan kemampuan teknisnya untuk mendapatkan akses tanpa izin ke sistem atau jaringan untuk melakukan suatu kejahatan. Tapi, istilah hacker sendiri sebenarnya adalah orang yang menggunakan komputer, jaringan, atau keterampilan mengatasi masalah teknis.

Nah, jika Sahabat Tek sudah paham betul pengertian dari istilah-istilah di atas, akan semakin kecil potensi menjadi korban. Ditambah lagi kalau kalian mengikuti tips aman berselancar di dunia digital, seperti di bawah ini.

  • Menjelajahi web secara aman

Ryan Rahardjo selaku Kepala Hubungan Publik Asia Tenggara Google menyarankan agar selalu memperhatikan alamat web sebelum mengaksesnya. Situs yang mencurigakan biasanya memiliki akhiran yang aneh atau domain yang tidak jelas. Perhatikan juga, apakah ada tanda gembok di samping alamat web, karena itu menunjukkan situs aman.

  • Mengamankan perangkat

Cara tercepat untuk merampas data adalah dengan mengambilnya langsung dari perangkat tersebut. Maka dari itu, selalu sertakan kode atau password pada smartphone atau laptop. Supaya, jika perangkat tersebut raib, oknum dapat dengan mudah mengakses seluruh data yang ada di dalamnya.

  • Gunakan kata sandi unik

Beberapa orang yang punya penyakit mudah lupa mungkin akan menggunakan satu kata sandi yang sama untuk semua keamanan akun. Padahal, hal ini tidak dibenarkan karena peretas akan lebih mudah memecahkannya. Selain itu, gunakan susunan huruf atau angka yang unik dan sulit ditebak.

  • Hati-hati dengan WiFi umum

Karena terlalu sering berada di rumah, kita biasanya lupa mengisi kuota dan mengandalkan WiFi umum atau anonim ketika sedang berada di luar. Tapi, harus hati-hati dalam menggunakannya. Sebagai pencegahan, sebaiknya jangan akses online banking atau belanja online ketika sedang menggunakan koneksi jaringan yang tidak diketahui.

Jika Sahabat Tek merasa menjadi korban dari kejahatan digital, jangan sungkan untuk melaporkannya ke pihak yang bersangkutan, misalnya pusat keamanan di situs atau ecommerce tempat kalian terserang dan pihak berwajib ya!

Pos terkait