Mengenal Shadow Bands, Fenomena Aneh yang Muncul Sesaat sebelum Gerhana Matahari Total

49 menit yang lalu 3
Mengenal Shadow Bands, Fenomena Aneh nan Muncul Sesaat sebelum Gerhana Matahari Total Ilustrasi(Doc NASA)

MATAHARI nan biasanya mendominasi langit dapat tertutup sepenuhnya oleh Bulan, membikin wilayah di bawah bayangannya berubah gelap seperti fajar alias senja. 

Inilah gerhana Matahari total, ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi. Jika cuaca cerah, momen singkat ini juga membuka pemandangan nan biasanya tersembunyi: korona, atmosfer luar Matahari nan baru terlihat ketika permukaannya tertutup sempurna. 

Pita gambaran saat kejadian Gerhana matahari

Satu hingga dua menit sebelum eklips Matahari total mencapai fase totalitas, kejadian berupa pita gelap dan terang dapat muncul di permukaan berwarna putih alias terang.

NASA menyebutnya shadow bands, ialah pola sinar nan bergerak sigap dan tampak seperti gelombang. Fenomena serupa dapat muncul kembali setelah totalitas berakhir, tetapi sifatnya sangat samar sehingga tidak selalu mudah diamati alias direkam.

Pita ini bukan gambaran Bulan nan bergerak di permukaan Bumi. Saat Bulan nyaris sepenuhnya menutupi Matahari, sumber sinar nan tersisa berbentuk sabit sangat tipis. Cahaya dari sabit tersebut kemudian melewati atmosfer Bumi nan mempunyai sel-sel udara turbulen. 

Gangguan atmosfer itu mendistorsi sinar dan menghasilkan pola terang-gelap nan bergerak di permukaan, mirip dengan pengaruh atmosfer nan membikin sinar bintang tampak berkelap-kelip.

Karena pola tersebut berasal dari sinar Matahari nan sangat tipis dan kondisi atmosfer nan berubah-ubah, corak serta kecepatannya dapat berbeda dari satu letak ke letak lain. 

Pita biasanya lebih mudah terlihat pada permukaan terang, seperti tembok putih, tanah, alias kain. NASA juga mencatat bahwa kejadian ini dapat sangat samar dan susah difoto.

Kenapa pita bayang terjadi dan apa dampaknya?

Kemunculan pita gambaran sangat berjuntai pada kondisi atmosfer saat eklips berlangsung. Turbulensi atmosfer dapat mengubah alias mendistorsi jalannya sinar  dari 

Matahari nan berbentuk sabit mengalami pemusatan dan penyebaran secara bergantian. Karena aktivitas udara berbeda pada setiap letak dan setiap gerhana, arah, kecepatan, serta intensitas pita gambaran susah diprediksi.

NASA apalagi mencatat bahwa kejadian ini belum sepenuhnya dipahami dan tidak selalu muncul pada setiap gerhana.

Pita gambaran biasanya hanya berjalan sangat singkat, sehingga dampaknya bukan berupa ancaman bagi manusia, melainkan perubahan visual nan menandai semakin dekatnya totalitas. 

Setelah kejadian ini, pengamat dapat memandang rangkaian peristiwa lain. Sinar Matahari nan melewati lembah-lembah pada tepi Bulan menghasilkan Baily’s Beads, sebelum akhirnya hanya menyisakan satu titik sinar nan membentuk cincin permata berbareng korona Matahari 

Ketika cincin permata menghilang, totalitas dimulai dan permukaan Matahari nan terang tertutup sepenuhnya. Sebaliknya, ketika sinar Matahari mulai muncul kembali di akhir totalitas, Baily’s Beads, cincin berlian, dan pita gambaran dapat terlihat lagi dalam urutan berlawanan.

Sumber: NASA, arXiv

Selengkapnya