Menlu China Datangi RI, Ajak Dialog Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bertandang ke Jakarta untuk menggelar Dialog Strategis Komprehensif (CSD) perdana berbareng Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. Salah satu agenda krusial nan dibahas dalam pertemuan dua negara raksasa ini adalah kelanjutan proyek prasarana strategis Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI), khususnya masa depan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Mengutip rekaman pertemuan, Jumat (21/08/2026), Indonesia dan China sepakat bahwa mega proyek transportasi tersebut memerlukan strategi baru untuk memastikan kelancaran operasional dan kepastian pembiayaannya ke depan.

"Kami tadi membahas mengenai kelanjutan kerja sama Belt and Road Initiative, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dengan komitmen bahwa ini adalah sesuatu nan kudu terus bersambung dan perlu ada keberlanjutan pembiayaan, dan termasuk juga alternatif-alternatif peningkatan volume penumpang di rute kereta sigap ini," urai Sugiono.

Selain membahas proyek kereta cepat, ekspansi sektor ekonomi dan investasi menjadi sorotan utama. Sugiono mengungkapkan apresiasinya atas komitmen tak tergoyahkan China terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.

Ia apalagi membeberkan bahwa sebuah lembaga pemeringkat (rating agency) bergengsi asal China baru-baru ini memberikan penilaian nan sempurna terhadap suasana investasi di Tanah Air.

"Ini menunjukkan bahwa China memberi kepercayaan nan sedemikian besar terhadap suasana investasi di Indonesia, kepercayaan nan demikian besar terhadap ekonomi Indonesia," kata Sugiono.

Terkait volume perdagangan, Sugiono mencatat bahwa pencapaian sebesar US$ 167 miliar (Rp 2.955 triliun) saat ini belumlah mencerminkan seluruh potensi riil nan dimiliki kedua negara. Oleh lantaran itu, Indonesia terus mendorong fasilitasi perdagangan dan ekspansi akses pasar, terutama bagi komoditas-komoditas unggulan nasional.

Di sektor keuangan, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat transaksi mata duit lokal (local currency transaction) guna mendukung pembiayaan proyek-proyek prioritas dan menekan ketergantungan pada dolar AS.

Wang Yi merespons positif dorongan ekonomi tersebut dan menegaskan kembali prinsip bahwa kesuksesan perusahaan China di Indonesia adalah kesuksesan Indonesia itu sendiri. Ia memastikan bahwa China siap memajukan kerja sama sumber daya daya secara komprehensif, terbuka, dan ramah lingkungan melalui penyelenggaraan Forum Energi China-Indonesia jenis terbaru dalam waktu dekat.

"Ini bakal membantu Indonesia mengubah kelebihan sumber dayanya menjadi penggerak pembangunan, membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, dan mempercepat proses industrialisasi Indonesia," papar Wang Yi.

Lebih lanjut, dalam rangka melawan hegemoni dan perundungan unilateral global, kedua negara sepakat untuk terus saling berbagi pengalaman dalam upaya pengentasan kemiskinan dan bersama-sama menjaga ketahanan pangan.

Guna mendukung pengembangan industri dan ketahanan nasional tersebut, Indonesia dan China juga bakal mengintensifkan kerjasama di bagian pendidikan, termasuk peningkatan danasiwa di bagian Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta percepatan pertukaran teknologi medis, gene bank, dan pengembangan kapabilitas vaksin di sektor kesehatan.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya