Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menargetkan dapat menyiapkan 500.000 calon pekerja migran Indonesia (PMI) hingga 2029. Target tersebut berupaya direalisasikan melalui optimasi program SMK Go Global.
Sebagai informasi, SMK Go Global merupakan program dari pemerintah dalam menyiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) nan kompeten, tersertifikasi, dan bisa bersaing di pasar kerja internasional.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menuturkan, SMK Go Global menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Mengingat program ini bakal menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri. Dia menambahkan, pihaknya menargetkan tahun ini bisa menyiapkan 40.000 calon PMI. Jumlah ini bakal meningkat menjadi 140.000 orang pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.
"Sehingga genap sampai 2009 itu 500 ribu nan kudu kita persiapkan, nan siap bekerja dan siap mempunyai kompetensi untuk bekerja di luar negeri. Kira-kira itu program daripada SMK Go Global ini," ujar dia kepada wartawan di di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur, Rabu (26/8/2026).
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat kick off SMK Go Global di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin saat kick off SMK Go Global di Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Di samping itu, Mukhtarudin menyebutkan, saat ini terdapat perubahan pola penyiapan PMI dengan menggunakan metode pendekatan dari hilir ke hulu. Dengan kata lain, pemerintah terlebih dulu memandang job order (permintaan kerja), negara tujuan, serta sektor dan jenis pekerjaan nan dibutuhkan sebelum menentukan kompetensi dan training bagi calon pekerja.
"Sehingga diharapkan dari nan sudah kita latih 40.000 tahun 2026 ini semuanya kelak mempunyai kesiapan baik dari sisi kesiapan teknis, skill teknis, maupun bahasa, dan juga dari sisi sertifikasi. Sehingga sudah siap untuk ditempatkan bekerja di luar negeri untuk sektor-sektor nan sudah kita persiapkan, jadi ini polanya seperti itu," terang dia.
Terdapat beberapa negara nan menjadi tujuan dari program tersebut, mulai dari Hong Kong, Taiwan, Korea, Jepang, Turki, dan beberapa negara Eropa Timur dan Eropa Barat nan menjadi bagian dari Uni Eropa.
Lebih jauh, Mukhtarudin menjelaskan, pada batch pertama 2026, program SMK GO Global difokuskan untuk melakukan upskilling alias peningkatan kompetensi lantaran waktu training nan relatif singkat. Dari sekitar 14.000 pendaftar, peserta nan telah mempunyai kompetensi dasar bakal diprioritaskan, sementara mereka nan belum siap dapat mengikuti program reguler mulai 2027 nanti. Peserta program ini juga tidak terbatas pada lulusan SMK, tetapi juga mencakup SMA, diploma, hingga sarjana.
Lantas, Mukhtarudin menganggap, kesempatan kerja di luar negeri krusial untuk dimanfaatkan Indonesia di tengah bingkisan demografi dan kejadian aging population di sejumlah negara. Melalui program SMK Go Global, pemerintah menargetkan tenaga kerja nan dikirim bakal mempunyai kompetensi, sertifikasi, keahlian bahasa, serta berangkat melalui jalur resmi agar mendapatkan perlindungan maksimal.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

15 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·