ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Lionel Messi boleh saja menyandang status sebagai pemain sepak bola terbaik sepanjang masa. Namun, catatan eksekusi penaltinya di panggung Piala Dunia bukanlah sesuatu nan layak dipamerkan dalam daftar panjang prestasinya.
Dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina kontra Mesir, Selasa (7/7) waktu setempat, sang kapten sejatinya mendapatkan kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21. Hadiah penalti diberikan setelah Enzo Fernandez dilanggar oleh Haissem Hassan di kotak terlarang.
Messi maju sebagai penyelenggara penalti. Namun, tembakannya sukses dimentahkan dengan gemilang oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi top skor sepanjang masa Argentina tersebut, titik putih tampaknya menjadi salah satu dari sedikit kelemahannya nan tersisa di lapangan hijau.
Berdasarkan info Opta, Messi telah mengambil delapan tendangan penalti sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia (tidak termasuk babak adu penalti). Sialnya, separuh dari total eksekusi tersebut berhujung dengan kegagalan.
"Lionel Messi kandas mengonversi separuh dari delapan penaltinya di Piala Dunia (empat kali), dan menjadi pemain pertama dalam sejarah kejuaraan nan kandas mengeksekusi dua penalti dalam satu jenis turnamen nan sama," tulis laporan resmi Opta.
Kegagalan di Stadion Atlanta tersebut menjadi kali kedua bagi Messi kandas menunaikan tugasnya dari titik putih sepanjang bergulirnya Piala Dunia 2026. Ia sekarang resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola nan kandas dalam dua eksekusi penalti dalam satu jenis Piala Dunia (di luar babak adu penalti setelah perpanjangan waktu).
Sebelumnya, legenda Ghana Asamoah Gyan (2006, 2010) adalah satu-satunya pemain lain nan mencatatkan multi-kegagalan penalti di sepanjang kariernya di Piala Dunia.
Petaka penalti Messi di Piala Dunia sejatinya dimulai pada jenis 2018 di Rusia. Kala itu, dia kandas memanfaatkan kesempatan pada menit ke-64 saat Argentina ditahan seri 1-1 oleh Islandia.
Empat tahun berselang di Qatar, Messi mendapatkan lima kali kesempatan penalti. Ia sukses mengonversi empat di antaranya menjadi gol, termasuk satu di laga final kontra Prancis. Satu-satunya kegagalan Messi di Qatar terjadi saat melawan Polandia di fase grup.
Sementara di Piala Dunia 2026, sebelum digagalkan kiper Mesir, Messi juga sempat membuang kesempatan emas membuka kelebihan di laga pamungkas grup melawan Austria setelah tembakannya melebar dari tiang gawang.
Masalah tendangan penalti tampaknya tidak hanya menghantui Messi seorang. Sepatutnya ada kutukan nan sedang terbang di udara pada turnamen jenis kali ini.
Para pemain tercatat hanya bisa mengonversi 32 dari total 49 bingkisan penalti nan diberikan di Piala Dunia 2026. Angka tersebut setara dengan tingkat keberhasilan 65,3 persen, nan merupakan rasio konversi penalti terendah dalam sejarah Piala Dunia sejak jenis 1966.
Kendati titik putih bukan menjadi keahliannya, magis Messi dalam permainan terbuka tetap menjadi ahli selamat bagi negaranya.
Usai kegagalan penalti tersebut, Argentina sukses menggelontorkan tiga gol dalam 13 menit terakhir pertandingan untuk membalikkan keadaan menang 3-2 atas Mesir. Messi pun bayar tuntas kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83.
(wiw/dal)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·