Misi Satelit NASA Ungkap Fenomena 'Pembekuan Tersembunyi' di Kawasan Arktik

1 jam yang lalu 3
Misi Satelit NASA Ungkap Fenomena 'Pembekuan Tersembunyi' di Kawasan Arktik Rusa kutub merumput di tundra Arktik di mana pengaruh gorden nol memperpanjang waktu kesiapan kelembapan bagi mikroba nan melepaskan gas kaya karbon ke atmosfer.(NASA)

SEBUAH studi terbaru nan memanfaatkan info pengamatan satelit Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengidentifikasi adanya kejadian "pembekuan tersembunyi" (hidden freeze) di bawah permukaan tanah wilayah Arktik. Penemuan ini memberikan perspektif baru bagi para peneliti dalam memahami dinamika pembekuan dan pencairan lapisan tanah kaku kekal (permafrost) di area Kutub Utara.

Selama ini, pemantauan perubahan iklim di Arktik sangat mengandalkan pengukuran suhu udara dan pengamatan visual permukaan tanah dari luar angkasa. Namun, pengukuran dari permukaan saja tidak selalu mencerminkan kondisi riil nan terjadi di lapisan bawah tanah.

Melalui instrumen gelombang mikro berbasis satelit nan bisa menembus lapisan teratas tanah, para intelektual NASA sukses mendeteksi keberadaan air cair di bawah permukaan nan membeku kembali secara berjenjang saat memasuki musim dingin. Proses pembekuan ini terjadi tanpa menunjukkan tanda-tanda perubahan visual nan signifikan di permukaan atasnya.

Fenomena pembekuan tersembunyi ini memegang peranan krusial dalam siklus karbon global. Ketika tanah kaku kekal mencair, mikroorganisme mulai membusukkan materi organik nan tertimbun di dalamnya, melepaskan gas rumah kaca berupa karbon dioksida dan metana ke atmosfer. Sebaliknya, ketika lapisan bawah permukaan ini membeku kembali, proses pembusukan mikroba tersebut bakal melambat alias terhenti secara signifikan.

Dengan mendeteksi lama dan jangkauan pasti dari pembekuan tersembunyi ini, para intelektual dapat mengukur lama aktif mikroba pembusuk secara lebih akurat. Informasi ini menjadi info vital untuk menyempurnakan perkiraan jumlah emisi karbon nan dilepaskan oleh area Kutub Utara setiap tahunnya.

Temuan dari misi satelit NASA ini menegaskan pentingnya pemantauan bawah permukaan untuk memahami akibat pemanasan dunia di area kutub. Kehadiran teknologi radar dan gelombang mikro canggih memungkinkan para peneliti memetakan perubahan ekosistem Arktik secara lebih rinci, guna mendukung prediksi suasana dunia nan lebih tepat di masa depan. (NASA/Z-2)

Selengkapnya