Presiden Prabowo Subianto.(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan optimisme tinggi terhadap masa depan Indonesia. Ia meyakini bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bakal bangkit menjadi negara nan kuat dan tidak terbendung kekuatannya di kancah global.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026). Menurut Prabowo, kunci utama untuk mewujudkan kebangkitan tersebut adalah keberanian pemerintah dalam memberantas korupsi secara total.
Presiden menegaskan bahwa praktik korupsi selama ini telah menjadi penghambat utama kemajuan bangsa. Korupsi menyebabkan kekayaan alam dan aset negara lenyap serta dibawa lari ke luar negeri oleh pihak-pihak nan tidak bertanggung jawab.
"Kita kudu berani memberantas korupsi lantaran korupsi ini nan mengakibatkan banyak kekayaan kita lenyap dibawa lari ke luar negeri," tegas Presiden Prabowo sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Pemerintah saat ini, lanjutnya, telah mulai mengambil langkah-langkah strategis untuk menutup celah kebocoran anggaran. Dengan menutup celah tersebut, diharapkan kekuatan ekonomi dan ketahanan finansial negara bakal semakin solid.
Penghematan Anggaran Ratusan Triliun Rupiah
Selain konsentrasi pada penegakan norma terhadap koruptor, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan langkah efisiensi besar-besaran. Dari beragam kebijakan penghematan nan dijalankan, pemerintah menyatakan telah sukses menyelamatkan anggaran negara dalam jumlah nan signifikan.
| Penghematan Anggaran | Mencapai ratusan triliun Rupiah |
| Pemberantasan Korupsi | Menutup celah kebocoran kekayaan negara ke luar negeri |
| Alokasi Dana Efisiensi | Bantuan untuk masyarakat miskin dan golongan tidak berdaya |
Dana hasil penghematan tersebut tidak bakal dibiarkan mengendap, melainkan dialokasikan kembali untuk program-program kerakyatan. Presiden menekankan bahwa prioritas utama penggunaan duit negara adalah untuk membantu golongan masyarakat nan paling rentan.
"Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun nan bisa kita hemat. Uang itulah nan kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat nan paling miskin, nan paling tidak berdaya," imbuh Prabowo.
Dengan kombinasi antara pemberantasan korupsi nan tegas dan manajemen anggaran nan efisien, Presiden Prabowo optimistis struktur ekonomi Indonesia bakal semakin sehat dan bisa menopang ambisi menjadi negara maju dalam waktu dekat. (Ant/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·