Muktamar NU ke-35 di Jombang: 99 Masjid Jadi Titik Singgah dan Menginap Nahdliyin

3 jam yang lalu 4
 99 Masjid Jadi Titik Singgah dan Menginap Nahdliyin Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya (kanan) didampingi jejeran ketua PBNU memberikan keterangan pers jelang penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Gus Yahya menyatak(MI/Usman Iskandar)

WARGA Nahdliyin Nahdlatul Ulama (NU) bakal meramaikan Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur. Mereka dapat singgah dan menginap di 99 Masjid nan tersebar di 21 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Jombang.

“Masjid-masjid ini nantinya bakal menjadi sarana salat, titik singgah, serta tempat menginap sementara,” kata Bupati Jombang Warsubi di Jombang, Senin (24/8).

Langkah tersebut dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang dengan merangkul puluhan rumah ibadah melalui program “99 Masjid Ramah Muktamirin”. Warsubi mengatakan terpilihnya Jombang sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab berbareng lantaran kehadiran lautan manusia dipastikan bakal menghidupkan dinamika sosial dan ekonomi di Kota Santri selama gelaran berlangsung.

“Kegiatan ini tentu bakal dihadiri ribuan orang nan datang ke Jombang,” katanya.

Warsubi mengapresiasi inisiatif peluncuran jaringan 99 masjid tersebut lantaran keberadaan masjid dan musala bakal menjadi jujugan utama bagi para muktamirin nan memerlukan tempat beristirahat di sela-sela padatnya 
agenda muktamar.

“Masjid dan musala pasti bakal menjadi tempat nan banyak didatangi para muktamirin selama gelaran Muktamar ke-35 NU,” ujarnya.

Guna memastikan kenyamanan para tamu, Warsubi mengimbau para takmir dan pengelola masjid untuk menjaga kebersihan akomodasi secara ekstra, termasuk kesiapan air bersih, kerapian ruang utama, hingga kepantasan toilet.

“Jaga kebersihan dan kenyamanan masjid, agar muktamirin nyaman ketika berjamu ke masjid,” imbaunya.

Warsubi berambisi seluruh lapisan penduduk Jombang menyambut para tamu dengan senyuman dan keramahan unik penduduk Nahdliyin sebagai cermin kebahagiaan Kota Santri dalam menyukseskan agenda tersebut.

“Mari kita sambut Muktamar ke-35 NU ini dengan semangat dan kebanggaan. Kita sambut seluruh tamu di Kabupaten Jombang dengan ramah dan bahagia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DMI Jombang Didin Ahmad Sholahuddin alias Gus Didin menjelaskan program tersebut merupakan corak sinergi konkret antara DMI, PCNU, dan Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang.

“Hari ini kami menyelenggarakan launching program Masjid Ramah Muktamirin dan Ramah Mukhibin. Temanya adalah ‘99 Masjid Ramah Muktamirin’ untuk menyambut kehadiran para tamu di Kabupaten Jombang,” jelasnya.

Gus Didin membeberkan dari total 99 letak nan terdaftar, sekitar 25 hingga 30 masjid di antaranya telah diinventarisasi dan dinyatakan layak untuk difungsikan sebagai tempat menginap bagi para peserta maupun penggembira (mukhibin).

“Ini corak kebahagiaan masyarakat Jombang lantaran dipercaya menjadi tuan rumah. Harapannya, kebahagiaan nan kami rasakan juga dapat dirasakan langsung oleh para tamu nan hadir,” bebernya.

Penentuan letak masjid tidak dibagi merata per kecamatan, melainkan disesuaikan dengan peta kebutuhan wilayah barat, timur, utara, selatan, dan tengah. Sebelum ditetapkan, setiap masjid wajib melewati tahap verifikasi kepantasan sarana.

Setiap masjid ramah diwajibkan menyediakan tempat rehat nan layak, akomodasi MCK dan wudu nan memadai, serta komitmen penyediaan konsumsi dasar seperti air mineral, kopi, dan teh secara cuma-cuma bagi para tamu.
Gus Didin menerangkan proses pengedaran logistik pendukung, bendera, backdrop, hingga support bahan konsumsi mulai disalurkan secara berjenjang pada Senin 24 Agustus 2026 agar seluruh jaringan masjid siap beraksi penuh menyambut gelaran muktamar.

“Konsentrasi pelayanan terbesar tetap difokuskan pada area kota. Masjid-masjid nan berada dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas muktamar disiagakan ekstra sebagai tembok utama kenyamanan para muktamirin,” katanya. (H-4)

Selengkapnya