ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ramainya pencari kerja nan memadati Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026, pemandangan berbeda terlihat di antara antrean pelamar. Tak sedikit orang tua nan ikut mendampingi anaknya berburu pekerjaan, mulai dari sekadar menemani hingga memberi semangat menghadapi ketatnya persaingan di pasar kerja.
Salah satunya Aina Farha, lulusan S1 Ilmu Hukum Universitas Esa Unggul angkatan 2023. Meski berlatar belakang hukum, wanita berumur 24 tahun itu mengaku membuka kesempatan di beragam bagian pekerjaan, mulai dari administrasi, sales, HR hingga posisi lain nan sesuai dengan kebutuhannya saat ini.
"Saya nyari macam-macam sih, admin bisa, sales bisa, HR juga bisa. Lulusan S1 Ilmu Hukum tahun 2023. Selama ini freelance edit video dan bikin skrip untuk YouTuber. Kalau ada kerja di bagian norma juga enggak apa-apa, bagian lain juga saya terbuka," kata Aina.
Sejak lulus kuliah, Aina belum memperoleh pekerjaan penuh waktu. Selama ini dia mengisi waktu dengan bekerja sebagai freelancer penyunting video nan dipelajari secara otodidak menggunakan aplikasi CapCut. Menurutnya, tantangan terbesar saat melamar kerja bukan pada pilihan posisi, melainkan syarat pengalaman kerja nan nyaris selalu diminta perusahaan.
"Kesulitannya di pengalaman. Kebanyakan perusahaan butuh pengalaman, sedangkan saya belum punya pengalaman. Jadi belum dikasih kesempatan. nan bisa dilakukan sekarang ya lebih giat cari kerja sembari upgrade skill, ikut training alias seminar," ujarnya.
Pemerintah kembali menggelar bursa kerja Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan nan sedang membuka lowongan. Job fair secara luring digelar pada 7-8 Juli 2026 di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pemerintah kembali menggelar bursa kerja Jakarta Selatan Career Fest & Bazaar 2026 untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan nan sedang membuka lowongan. Job fair secara luring digelar pada 7-8 Juli 2026 di Gedung Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Perempuan asal Jonggol, Kabupaten Bogor, itu juga mengaku sudah beberapa kali mengikuti job fair. Namun untuk aktivitas di Jakarta Selatan ini menjadi pengalaman pertamanya. Ia datang dengan mengendarai sepeda motor berbareng sang ayah nan sengaja menemaninya selama proses melamar pekerjaan.
"Sejauh ini baru tiga kali ikut job fair, sebelumnya di Bogor. Ke sini dari Jonggol naik motor berdua sama ayah. Memang beliau nemenin," katanya.
Di sisi lain, sang ayah, Farhan, mengaku tak ragu meluangkan waktu mengantar putrinya berburu pekerjaan. Selain mau memberikan dukungan, dia juga merasa lebih tenang jika bisa mendampingi anak perempuannya selama mengikuti job fair nan dipadati ribuan pencari kerja.
"Saya memang nemenin. Sekalian menjaga juga lantaran anak perempuan. Kalau job fair di Jakarta baru kali ini, sebelumnya di Bogor," kata Farhan.
Farhan juga memandang persaingan mencari pekerjaan saat ini jauh lebih berat dibandingkan ketika dirinya tetap berada di usia produktif. Menurutnya, lulusan baru sekarang kudu bersaing dengan pencari kerja nan telah mempunyai pengalaman hingga korban pemutusan hubungan kerja nan kembali masuk ke pasar tenaga kerja.
"Sekarang cari kerja susah sekali. Persaingan tambah banyak, beda sama era saya dulu. Dulu lebih mudah cari kerja, sekarang susah banget," ujar Farhan.
(fys/wur)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·