NASA berencana membangun pangkalan permanen di bulan secara berjenjang hingga tahun 2032.(NASA)
BADAN Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi mengundang Organisasi Riset Antariksa India (ISRO) untuk berasosiasi dalam program pembangunan pangkalan permanen di Bulan. Langkah ini menandai babak baru nan semakin erat dalam hubungan kerja sama antariksa antara kedua negara.
Undangan tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-9 U.S.-India Civil Space Joint Working Group (CSJWG) nan berjalan di markas besar ISRO di Bengaluru, India. Pertemuan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi antariksa kedua negara, termasuk Sekretaris Departemen Antariksa India V. Narayanan serta Duta Besar AS untuk India Sergio Gor.
Melalui unggahan di media sosial X, pihak NASA menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan kerjasama sains nan telah berjalan.
"Berpijak pada kerjasama sains kita nan berhasil, NASA menegaskan kembali minatnya agar @ISRO berasosiasi dalam Pangkalan Bulan. Kami kembali ke Bulan untuk menetap, dan kami membawa serta mitra-mitra kami," tulis NASA.
Kerja sama ini menjadi bagian dari Program Artemis milik NASA nan bermaksud mendirikan pangkalan permanen di wilayah kutub selatan Bulan. Kawasan tersebut menjadi konsentrasi utama lantaran keberadaan kawah-kawah nan terlindung dari sinar mentari dan diperkirakan menyimpan persediaan es air dalam jumlah besar.
Kedua negara juga sepakat untuk menindaklanjuti obrolan mengenai pembagian info ilmiah secara terbuka di bawah kerangka Artemis Accords. Artemis Accords sendiri merupakan pedoman diplomatik nan diprakarsai AS untuk mengatur eksplorasi Bulan nan aman, damai, dan berkelanjutan. India telah menandatangani kesepakatan tersebut pada tahun 2023 sebagai negara ke-27, di mana sekarang anggotanya telah berkembang hingga 70 negara.
Bagi India, tawaran kerjasama dari NASA ini sangat sejalan dengan peta jalan eksplorasi antariksa domestiknya. Negara tersebut mempunyai sasaran jangka panjang untuk membangun pangkalan Bulan, mendirikan stasiun luar angkasa di orbit Bulan, serta mengirimkan astronaut India ke permukaan Bulan pada dasawarsa 2040-an.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua lembaga nan sebelumnya telah sukses meluncurkan misi satelit observasi Bumi NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar (NISAR), serta keterlibatan astronaut India dalam penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). (Space/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·