NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari terhadap Bumi dan Iklim di Masa Lalu

3 jam yang lalu 4
NASA Ungkap Pengaruh Aktivitas Matahari terhadap Bumi dan Iklim di Masa Lalu Ilustrasi(Doc NASA)

MATAHARI rupanya mempunyai pengaruh terhadap Bumi nan jauh lebih kompleks dari sekadar menyediakan sinar dan panas. 

Penelitian terbaru nan didukung NASA mengungkap gimana aktivitas Matahari dan perjalanan tata surya melewati lingkungan antarbintang kemungkinan ikut memengaruhi kondisi Bumi serta iklimnya pada masa lalu.

Temuan tersebut berasal dari dua penelitian nan menelusuri sejarah Matahari dan interaksinya dengan lingkungan ruang angkasa. 

Hasilnya memberikan gambaran baru mengenai hubungan antara Matahari, heliosfer, atmosfer, dan kondisi Bumi selama miliaran tahun.

Heliosfer Pernah Menyusut hingga di Bawah Orbit Bumi

Salah satu penelitian berfokus pada heliosfer, gelembung raksasa nan terbentuk dari angin Matahari dan medan magnetnya. 

Struktur ini berkedudukan sebagai pelindung tata surya dari sebagian partikel berenergi tinggi nan berasal dari luar tata surya.

Namun, ukuran heliosfer rupanya tidak selalu tetap. Ketika tata surya bergerak mengelilingi pusat Galaksi Bima Sakti, Matahari dapat melewati wilayah antarbintang dengan kepadatan dan tekanan nan berbeda.

Peneliti menemukan kemungkinan bahwa tata surya pernah melewati awan antarbintang nan cukup padat untuk menekan heliosfer secara signifikan. Dalam kondisi ekstrem, heliosfer apalagi dapat menyusut hingga lebih mini daripada orbit Bumi.

Jika kondisi tersebut terjadi, Bumi berpotensi berada di luar perlindungan heliosfer dan menerima paparan lingkungan antarbintang nan lebih besar. NASA menyebut beberapa kemungkinan peristiwa tersebut terjadi jutaan tahun lalu.

Matahari Muda Lebih Redup, tetapi Bumi Tetap Hangat

Penelitian lainnya mengungkap teka-teki mengenai kondisi Bumi sekitar tiga miliar tahun lalu. Saat itu, Matahari diperkirakan hanya mempunyai sekitar 70 persen kecerahan dibandingkan sekarang.

Secara teori, Matahari nan lebih redup semestinya membikin Bumi jauh lebih dingin. Namun, bukti geologis menunjukkan planet ini tetap mempunyai air dalam corak cair. 

Salah satu kemungkinan jawabannya adalah aktivitas Matahari muda nan jauh lebih kuat. Partikel berenergi tinggi dari aktivitas tersebut diduga dapat memicu reaksi kimia di atmosfer Bumi dan menghasilkan gas rumah kaca nan membantu mempertahankan suhu planet.

Bukan Penyebab Pemanasan Global Saat Ini

Meski Matahari merupakan sumber daya utama bagi sistem suasana Bumi, NASA menegaskan bahwa perubahan aktivitas Matahari bukan penyebab utama pemanasan dunia modern.

Variasi daya Matahari memang dapat memengaruhi iklim, tetapi besarnya perubahan tersebut tidak cukup untuk menjelaskan kenaikan suhu dunia dalam beberapa dasawarsa terakhir. 

Peningkatan gas rumah kaca akibat aktivitas manusia menjadi aspek dominan dalam pemanasan dunia saat ini. 

Penelitian ini memperlihatkan bahwa hubungan Matahari dan Bumi jauh lebih rumit. Dengan menelusuri sejarah Matahari dan lingkungan antariksa di sekitarnya, intelektual dapat memahami lebih jauh gimana kondisi luar angkasa pernah memengaruhi atmosfer dan lingkungan Bumi sepanjang sejarahnya.

Sumber: NASA

Selengkapnya