Newport Minta Maaf Kasus di Booth The Sounds Project

2 jam yang lalu 3
Newport Minta Maaf Kasus di Booth The Sounds Project Acara The Sound Projects(Dok Threads)

MEDIA sosial digemparkan dengan potongan video mengenai adanya tindakan tantangan (challenge) mahfuz surat Al-Qur'an di booth Newport, salah satu sponsor pagelaran musik The Sounds Project pada Minggu, (9/8), pihak perusahaan pun sekarang angkat bicara. Sebelumnya MC nan ada di video tersebut, termasuk promotor The Sounds Project juga telah melakukan penjelasan dan permintaan maaf.

“Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian nan menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan nan terjadi,” ucap permintaan maaf Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam siaran pers nan diterima Media Indonesia, Selasa, (11/8).

Pihak perusahaan mengatakan, aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun pengarahan nan dibuat alias direncanakan oleh Newport. Namun, aktivitas tersebut muncul secara spontan dari visitor nan berada di lokasi.

“Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap visitor nan bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan nan tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta budaya istiadat nan dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi,” jelas Handoko.

Sebagai tindak lanjut atas peristiwa tersebut, pihak perusahaan sekarang telah melakukan pertimbangan internal dan mengambil tindakan terhadap staf nan bekerja, serta memperkuat pengarahan dan prosedur kepada seluruh tim serta mitra nan terlibat dalam aktivitas di lapangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, budaya istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan,” tambah Handoko. 

Handoko menegaskan, manajemen perusahaannya berkomitmen penuh untuk memastikan kejadian serupa tidak bakal pernah terulang kembali di masa mendatang. (E-4)

Selengkapnya