Aktris Nicole Rossi selaku Brand Ambassador dan Pembicara di aktivitas Press Conference Glow & Lovely GlassBright Ultra Light Range.(MI/Elisa Rodalind)
AKTRIS Nicole Rossi membujuk masyarakat, khususnya perempuan, untuk berani melawan tekanan standar kecantikan nan sering muncul di media sosial. Hal ini dia sampaikan dalam aktivitas Press Conference Glow & Lovely GlassBright Ultra Light Range di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Nicole, media sosial saat ini telah menjadi ruang di mana tren corak tubuh, warna kulit, hingga penampilan ideal berkembang sangat cepat. Paparan konten tersebut sering kali membikin seseorang tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain, nan kemudian memicu rasa tidak percaya diri alias insecure.
Tidak Ada Standar Kecantikan Mutlak
Nicole menegaskan bahwa kecantikan tidak semestinya dipahami sebagai standar kaku nan kudu dicapai oleh semua orang. Baginya, setiap perseorangan mempunyai karakter dan karakter masing-masing nan tidak bisa diseragamkan.
"Kalau dari saya sih untuk meraih standar kecantikan itu justru menurut saya I feel like kita nggak perlu selalu memikirkan standar. Menurut saya tuh nggak ada standar kecantikan," ujar Nicole dalam keterangannya.
Ia menyoroti bahwa terus-menerus mengikuti standar kecantikan di media sosial hanya bakal membikin seseorang merasa kurang. Nicole menyarankan agar media sosial digunakan sebagai ruang mencari inspirasi, bukan sebagai tolok ukur untuk menghakimi diri sendiri.
Fokus Menjadi Versi Terbaik Diri
Dibandingkan berupaya memenuhi ekspektasi orang lain, Nicole mendorong setiap perseorangan untuk konsentrasi menjadi best version of ourselves. Proses ini dimulai dengan mengenali diri sendiri dan menerima segala karakter nan dimiliki.
"Menurut saya itu lebih baik jika kita konsentrasi ke diri kita sendiri, kita make ourselves a better version. Dan jangan membanding-bandingkan diri kayak sama orang lain," tuturnya menambahkan.
Pesan ini dinilai sangat relevan mengingat kuatnya pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental dan langkah pandang seseorang terhadap tubuhnya. Dengan berani berakhir membandingkan perjalanan pribadi dengan orang lain, seseorang dapat membangun hubungan nan lebih sehat dengan dirinya sendiri.
Pada akhirnya, kecantikan sejati bukan diukur dari seberapa dekat seseorang dengan tren nan berlaku, melainkan dari keberanian untuk merawat diri dan terus berkembang sesuai dengan keahlian masing-masing tanpa kehilangan jati diri. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·