Jakarta, CNN Indonesia --
Atlet dobel putra Indonesia, Nikolaus Joaquin mengaku penasaran dengan keberadaan monyet liar di arena Kejuaraan Dunia 2026, New Delhi, India.
Isu potensi gangguan satwa liar berupa monyet rhesus bukan kasus baru di New Delhi. Pasalnya, saat India Open 2026 digelar pada Januari lalu, monyet tersebut sampai berkeliaran di arena laga.
Pihak panitia penyelenggara menerapkan pengerahan peniru bunyi lutung di venue pertandingan. Isu ini jadi buah bibir, tak terkecuali buat sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekan duet Joaquin, Raymond Indra, menegaskan perihal itu tak bakal memecah konsentrasi saat bertanding.
"Belum pernah ketemu sih, penasaran juga saya," kata Joaquin di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (12/8).
"Kalau sudah main harusnya konsentrasi sama permainan saja, mau siapa teriak tidak bakal kedengaran," ucap Raymond menimpali.
Sikap tenang menghadapi kondisi non-teknis di India juga ditunjukkan Muhammad Shohibul Fikri. Juara China dan Japan Open 2026 itu condong mengutamakan persoalan penyesuaian sigap demi memburu takhta tertinggi.
"Kami kudu sigap penyesuaian lantaran tim negara lain juga merasakan perihal nan sama," ujar Fikri.
"Ambil positifnya saja, jangan terganggu, siapa tahu di situ terdapat rezeki kita," tegas rekan Fajar Alfian itu.
Sementara itu, dobel putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum terus mematangkan kesiapan jelang laga debut mereka. Febi berambisi gangguan tersebut tidak terjadi, sembari konsentrasi menata komunikasi permainan berbareng Rachel.
"Kami lebih konsentrasi ke motivasi saja dan membenahi detail-detail mini komunikasi," kata Rachel.
Ajang Kejuaraan Dunia BWF 2026 dijadwalkan berjalan di Arena Indira Gandhi, New Delhi, India, 17 - 23 Agustus mendatang.
(afr/jal)

45 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·